Pendidikan Terancam, Pancasila Tergerus: Dampak Pemangkasan Anggaran terhadap Masa Depan Bangsa

- Penulis

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Pemangkasan anggaran pendidikan yang dilakukan pemerintah saat ini menimbulkan kekhawatiran di lingkungan masyarakat.

Keputusan yang diambil pada tanggal 12 Februari 2025 ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi keberlangsungan pendidikan di Indonesia.

Pada akhirnya hal ini berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan menurunkan daya saing sumber daya manusia (SDM).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan ini tidak hanya mempengaruhi kualitas pembelajaran di Indonesia, tetapi juga menimbulkan ancaman terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun karakter bangsa.

Dengan pemangkasaan anggaran dapat menghambat pelaksanaan berbagai program penndidikan yang menanamkan nilai-nilai pancasila, misalnya seperti toleransi, gotong royong, dan nasionalisme.

Pemangkasan anggaran ini juga berpotensi berdampak pada sektor infrastuktur sekolah seperti pembangunan-pembangunan gedung kelas untuk menunjang pembelajaran siswa.

Baca Juga :  Dampak Efisiensi terhadap Fleksibilitas Mahasiswa di Kampus

Dan juga apabila proporsi jumlah sekolah itu tidak seimbang, maka berpotensi menimbulkan banyaknya siswa yang akan putus sekolah.

Sekolah-sekolah yang mengalami keterbatasan dana akan kesulitan untuk menyediakan materi pembelajaran yang berkualitas dan meningkatkan kompetensi para pendidik dalam menanamkan ideologi pancasila kepada peserta didik.

Selain itu, pemangkasan anggaran juga akan memperlebar kesenjangan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Kesenjangan ini bertentangan dengan nilai pancasila sila ke lima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Karena tidak semua anak anak di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Akibatnya, kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan semakin menurun, serta berisiko kehilangan identitas nasionalnya.

Pendidikan memiliki peran strategis dalam pembentukan masyarakat yang berbudaya, beradab, dan menjunjung tinggi nilai demokrasi.

Baca Juga :  Hot News, Bro! Bawaslu Kota Semarang Gerebek Pertemuan Kepala Desa se-Jateng, Ini Hasilnya!

Dengan diberlakukannya pemangkasan anggaran pendidikan ini, risiko meningkatnya sikap intoleransi dan individualisme akan semakin besar.

Jika hal ini dibiarkan secara berlarut-larut tanpa ada solusi yang baik, maka esensi nilai pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa bisa tergerus oleh adanya perubahan sosial yang tidak bisa dikendalikan.

Oleh karena itu, pemangkasan anggaran pendidikan ini perlu untuk ditinjau ulang dengan mempertimbangkan segala aspek urgensi implementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan yang berkualitas dan merata akan menjadi kunci dalam menjaga keutuhan bangsa serta memastikan Pancasila tetap menjadi pedoman utama dalam kehidupan bernegara.

Jika kita dapat mempertahankan identitas kebangsaan dan menjujung tinggi nilai-nilai Pancasila, maka anggaran pendidikan harus menjadi prioritas, bukan menjadi korban pemangkasan. (Red)

Penulis: Aliyya Sausan Salsabila Subhan, Mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB