Imbas Perang Tarif, Pasar Saham Global Justru Boncos! Kanada, Meksiko, dan China Keroyok AS

- Penulis

Rabu, 5 Maret 2025 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kombinasi foto: Presiden AS Donald Trump, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang kini terlibat perang tarif. /voa Indonesia

Kombinasi foto: Presiden AS Donald Trump, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang kini terlibat perang tarif. /voa Indonesia

SUARAMUDA, SEMARANG – Nilai saham-saham di Wall Street kembali anjlok ketika perusahaan dan investor bereaksi terhadap keputusan Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada tiga mitra dagang terbesarnya – Kanada, Meksiko dan China.

Saat pembukaan perdagangan Selasa pagi (4/3), Standard & Poor 500, Dow Jones dan Nasdaq turun terkoreksi negatif sekitar 1% – meskipun kemudian menguat dalam perdagangan siang hari.

Pemberlakuan tarif terhadap Kanada dan Meksiko mulai berlaku tepat pada Selasa dini hari (4/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat mengumumkan keputusan itu Senin sore (3/3), Presiden Donald Trump mengatakan, “Tidak ada lagi ruang untuk menunda pemberlakuan tarif terhadap Kanada dan Meksiko,” yang menurutnya kurang melakukan cukup banyak hal untuk mencegah masuknya fentanil ke AS.

Impor seluruh produk dari Kanada dan Meksiko kini dikenai tambahan tarif 25%, sementara khusus untuk produk energi Kanada dikenai tarif 10%.

Tarif 10% yang dikenakan Trump pada impor barang-barang China pada bulan Februari lalu, kini digandakan menjadi 20%.

Kanada Kenakan Tarif Produk AS Senilai US$100 Miliar

Ketiga negara yang dikenai tarif baru itu langsung membalas. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada hari Selasa mengatakan akan mengenakan tarif 25% terhadap produk AS bernilai155 miliar dolar AS, diawali dengan produk senilai 30 miliar dolar dan 125 miliar dolar AS sisanya dalam 21 hari ke depan.

Baca Juga :  Perkuat Jembatan Persahabatan, Dubes Rusia dan OIC Youth Indonesia Bahas Kolaborasi Pemuda Antaragama

Disusul tarif pada barang-barang seperti aluminium, mobil, baja dan truk. Trudeau juga mengancam akan menghentikan pengiriman nikel dan transmisi energi lintas batas ke AS.

Namun Trudeau menggarisbawahi bahwa langkah ini diambil tidak untuk merugikan warga Amerika, yang disebutnya sebagai “teman dan sekutu.”

China Kenakan Tarif 15% pada Produk Pertanian AS

China juga membalas dengan menerapkan tarif hingga 15% pada produk pertanian AS tertentu, termasuk daging ayam, daging babi, kedelai, dan daging sapi; dan menyebutnya sebagai “hal yang perlu dan sah.”

Tarif yang diumumkan oleh Kementerian Perdagangan akan berlaku mulai 10 Maret, meskipun barang-barang yang sudah dalam perjalanan akan dikecualikan sampai 12 April.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, “AS tetap bersikeras menggunakan isu fentanil sebagai alasan mengenakan tarif pada produk China yang diekspor ke AS.

China telah berulang kali menolak pernyataan itu. Tindakan balasan yang kami ambil ini sepenuhnya diperlukan dan sah untuk melindungi hak dan kepentingan kami sendiri.

Baca Juga :  Panama Rayakan 25 Tahun Pengalihan Terusan dari Amerika

Saya ingin menggarisbawahi bahwa orang Tionghoa tidak pernah takut pada kejahatan, tidak percaya pada hantu, dan tidak akan pernah dirundung.”

Kementerian Perdagangan China mengatakan impor ayam, gandum, jagung, dan kapas yang dibudidayakan di AS akan dikenakan tarif tambahan sebesar 15%.

Sementara tarif impor sorgum, kedelai, daging babi, daging sapi, makanan laut, buah, sayuran, dan produk susu akan dinaikkan 10% lagi.

China juga menempatkan 10 perusahaan AS lainnya dalam daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, yang akan membuat perusahaan-perusahaan itu tidak dapat melakukan kegiatan terkait impor atau ekspor yang berhubungan dengan China, dan untuk menanamkan investasi baru di China.

Sebagian diantaranya kemungkinan akan menghadapi pembatasan perdagangan dengan China jika produk mereka dapat digunakan untuk tujuan militer dan sipil.

Meksiko akan Berlakukan Tarif Balasan Hari Minggu

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga mengatakan akan menanggapi kenaikan tarif 25% yang diberlakukan AS, tetapi baru akan mengumumkannya pada hari Minggu (8/3) dalam sebuah acara publik di Mexico City.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Meksiko masih berharap dapat menurunkan eskalasi perang dagang digaungkan Presiden Donald Trump. (Red/AP/Reuters/AFP)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB