Thailand Bikin Inisiatif ‘6 Negara, 1 Tujuan’, Gandeng Malaysia hingga Vietnam: Apa Maksudnya?

- Penulis

Selasa, 18 Februari 2025 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PM Thailand Paetongtarn (AFP/CHANAKARN LAOSARAKHAM)

Foto: PM Thailand Paetongtarn (AFP/CHANAKARN LAOSARAKHAM)

SUARAMUDA, SEMARANG — Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengusulkan program ‘Enam Negara, Satu Tujuan’ untuk memperkuat status ASEAN sebagai pusat perjalanan, dilansir detik.com, Minggu (16/2/2025).

Kabarnya, dia ingin menyederhanakan akses bagi pengunjung internasional dan merangsang pariwisata di enam negara yang tergabung dalam inisiatif ini.

Dilansir The Star, Minggu (16/2/2025), Paetongtarn dalam wawancara dengan kantor berita Bernama mengatakan inisiatif yang diusulkannya berfokus pada peningkatan kemudahan lintas batas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia ingin menyederhanakan upaya promosi dan memperluas konektivitas perjalanan di enam negara peserta inisiatif, yaitu Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Dia juga berencana mengundang Singapura untuk bergabung.

“Saya yakin ada peluang signifikan untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pariwisata, yang merupakan pendorong utama konektivitas ekonomi dan budaya bagi kedua negara dan kawasan kita. Dalam semangat ini, kami telah mengusulkan kerja sama di bawah skema ‘Enam Negara, Satu Tujuan’ untuk memposisikan kawasan kita sebagai tujuan wisata tunggal yang mudah diakses,” ujarnya.

Baca Juga :  Daftar 15 Kampus Terbaik se-Asia Tenggara, Ada Kampusmu Engga?

Dia meyakini skema itu dapat menarik lebih banyak wisatawan dari luar enam negara tersebut. Dia berharap inisiatif itu dapat terwujud.

“Saya yakin skema ini akan menarik lebih banyak pengunjung dari luar kawasan, meningkatkan perjalanan di dalam kawasan, dan mendorong banyaknya persinggahan di enam negara percontohan,” kata Paetongtarn.

Sebagai pintu gerbang utama ke kawasan tersebut, Paetongtarn mengatakan Thailand dan Malaysia memiliki posisi yang unik untuk memimpin dalam pelaksanaan inisiatif tersebut.

Paetongtarn mengatakan inisiatif itu akan diwujudkan dengan perbaikan jalan lintas batas, menyambung jalur kereta api hingga bebas visa untuk perjalanan multinegara.

Baca Juga :  Menlu RI Tegaskan Visi ASEAN Harus Jawab Tantangan Global Masa Depan

“Melalui infrastruktur perjalanan yang dikembangkan dengan baik, termasuk jalan raya lintas batas, konektivitas kereta api dan udara, serta fasilitasi bebas visa, kami memiliki fondasi yang kuat untuk mendorong perjalanan multinegara yang lancar, “ujarnya.

Skema ini terutama berfokus pada kemudahan penyeberangan perbatasan, kampanye promosi yang terkoordinasi, dan peningkatan konektivitas perjalanan,”tambahnya.

Paetongtarn mengatakan perwakilan Thailand sedang melakukan pembahasan dengan mitranya di Malaysia. Hal yang sama juga sedang dilakukan Thailand dengan Kamboja dan Vietnam.

“Saat ini, perwakilan dari lembaga terkait Thailand sedang bekerja sama dengan mitra di Malaysia, Kamboja, dan Vietnam untuk memajukan diskusi di bidang ini,” kata putri bungsu mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra, tersebut. (Red/ sumber: detik.com)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB