Catatan Penting 75 Tahun Hubungan Diplomasi Indonesia-Rusia

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MOSKOW – Indonesia-Rusia telah merayakan hubungan diplomatiknya yang ke-75 pada 3 Februarin 2025 lalu. Amy Maulana, expert hubungan Indonesia-Rusia, ANO Center Mediastrategi-Rusia, mencatat capaian kesuksesan hubungan dua negara selama tahun 2024.

Dalam catatannya, Amy Maulana menyebut bahwa bergabungnya Indonesia menjadi anggota penuh BRICS bersama Rusia dan negara-negara BRICS lainnya, merupakan capaian positif di awal 2025.

Ia juga mencatat, hubungan Indonesia-Rusia sejatinya telah ditandai dengan adanya berberapa proyek strategis yang sedang dikerjakan kedua negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai contoh, misalnya, saat ini juga sedang berlangsung proyek investasi terkait pembangunan kilang minyak di Jawa Timur, yang tentunya melibatkan perusahaan Rusia, PJSC NK Rosneft.

Di bidang energi terbarukan, perusahaan Rusia (Rasatom) saat ini juga sedang menawarkan program keahliannya dalam membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

Tak ayal, belakangan ini Indonesia sedang berwacana mengembangkan proyek PLTN pertamanya, untuk penggunaan di bidang medis, pertanian, dan industri.

Baca Juga :  Farhan Muhammad Raih Juara 3 di Kompetisi Internasional Tilawah Al-Qur'an di Rusia, Persembahan Berharga untuk HUT ke-80 RI

Di bidang ekonomi dan bisnis, kedua negara juga sedang merancang perjanjian kerja sama antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/ EAEU).

Rusia menjadi salah satu anggota Uni Ekonomi Eurasia, yang mengurusi pembentukan zona perdagangan bebas. Diharapkan proposal Indonesia tahun 2025 dapat diterima.

Bidang Pariwisata

Hubungan Indonesia-Rusia nampak makin “mesra”, yang ditandai dengan dibukanya penerbangan langsung rute reguler Moskwa-Denpasar yang dioperasikan PJSC ”Aeroflot” pada September 2024.

Penerbangan ini meningkatkan pariwisata serta mendorong investasi di bidang pariwisata kedua negara.

Buktinya, banyak rumah huni berkonsep resort di Indonesia yang sangat diminati wisatawan Rusia. Bahkan tahun lalu, sekitar 150.000 warga Rusia berlibur di Bali.

Rusia juga mengharapkan peningkatan jumlah arus wisatawan Indonesia.

Untuk mendukung tujuan ini, mereka telah diberikan kemudahan dalam memperoleh visa elektronik melalui prosedur yang telah disederhanakan sejak 2023.

Baca Juga :  Sepertinya Amerika Mulai Takut? Donald Trump Ancam BRICS Jika Tinggalkan Dolar AS

Di Bidang Pendidikan?

Pemerintah Rusia setiap tahun menyediakan 250 beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Rusia.

Dalam rangka turut serta mengembangkan sektor pendidikan dan penguasaan bahasa, Universitas Pendidikan Rusia dari Yekaterinburg dan Krasnoyarsk juga telah mendirikan Pusat Studi Bahasa Rusia Indonesia.

Berkisar 2023-2024, ada dua perguruan tinggi yang telah bermitra dengan dua perguruan tinggi itu. Kedua perguruan tinggi di Indonesia itu adalah Universitas Krisnadwipayana Jakartan dan Akademi Bisnis ”Runata” Denpasar, Bali.

Saat ini, tercatat lebih dari 700 pelajar Indonesia sedang menempuh pendidikan di Rusia.

Dalam catatannya, Amy Maulana berpandangan bahwa tak sedikit generasi muda Indonesia yang berminat belajar di Rusia.

Mereka tertarik pada aspek sejarah, budaya, serta memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk mengenal adat istiadat dan tradisi yang menjadi kekayaaan Rusia. (Red)

Penulis: Vadim Gorodjkin

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Berita Terbaru