Sepertinya Amerika Mulai Takut? Donald Trump Ancam BRICS Jika Tinggalkan Dolar AS

- Penulis

Senin, 2 Desember 2024 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam negara-negara BRICS jika mereka meninggalkan dolar Amerika dan beralih ke mata uang lain untuk transaksi perdagangan internasional.

Ancamannya adalah pengenaan tarif 100% atas barang-barang mereka. Trump telah berulang kali mengancam akan menggunakan pengenaan tarif untuk mencapai tujuan geopolitiknya.

“Gagasan bahwa negara-negara BRICS mencoba untuk menjauh dari dolar sementara kita berdiri dan menonton sudah berakhir,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada hari Sabtu.

Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia akan meminta negara-negara BRICS untuk berjanji tidak akan membuat mata uang bersama atau mendukung mata uang lain untuk menggantikan dolar AS dengan konsekuensi akan menghadapi tarif 100%.

“Mereka bisa mencari ‘orang bodoh’ lain!” lanjut Trump, yang dilansir Reuters, Minggu (1/12/2024).

“Tidak ada peluang bahwa BRICS akan menggantikan Dolar AS dalam perdagangan internasional, dan negara mana pun yang mencoba mengucapkan selamat tinggal kepada Amerika,” papar Trump.

Baca Juga :  Mengapa Awal Bulan November Penting Bagi Rakyat Rusia

BRICS sebelumnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, dan diperluas pada bulan Januari hingga mencakup Mesir, Iran, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.

Sementara, sekitar 30 negara lain kini telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan kelompok ekonomi berkembang tersebut. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB