Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan Koperasi di Era Digital

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2025 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MEDAN – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara, Dr. Naslindo Sirait, mendorong koperasi untuk terus berinovasi dan berkolaborasi agar bisa tetap relevan dan bersaing di era revolusi industri 4.0.

Hal ini disampaikannya dalam pelatihan Fundamental Koperasi yang digelar oleh Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia di Aula PLUT, Gedung PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (5/2/2025).

Menurut Dr. Naslindo, inovasi menjadi kunci utama bagi koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggotanya sekaligus meningkatkan daya saing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, koperasi harus mulai berani melakukan diversifikasi produk dan layanan, serta mengembangkan layanan berbasis kebutuhan anggota.

Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga penting dilakukan agar koperasi semakin profesional.

“Koperasi harus mengadopsi teknologi dalam operasionalnya. Misalnya, dengan menerapkan sistem manajemen berbasis teknologi serta solusi keuangan digital seperti fintech, P2P lending, hingga crowdfunding,” ujar Naslindo.

Menurutnya, otomatisasi proses operasional akan membuat koperasi lebih efisien dan modern.

Model Koperasi Multipihak dan Kolaborasi

Dalam presentasinya, Dr. Naslindo juga memperkenalkan model koperasi multipihak, yang diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No. 8 Tahun 2021.

Baca Juga :  Pengawas PAI Sampaikan Tiga Hal Penting kepada Guru Pendidikan Agama Islam

Model ini memungkinkan anggota dari berbagai latar belakang usaha untuk bergabung dalam satu koperasi, sehingga tercipta kolaborasi yang lebih kuat dan beragam.

“Kolaborasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Dengan bekerja sama, koperasi bisa menciptakan situasi ‘win-win’ yang menguntungkan semua pihak,” katanya.

Memperkuat Nilai Solidaritas dan Kolaborasi

Selain inovasi, Dr. Naslindo menekankan pentingnya memperkuat ideologi koperasi dengan nilai-nilai solidaritas, gotong royong, dan kesejahteraan bersama.

Di era digital, koperasi harus lebih fokus pada kolaborasi, bukan persaingan yang saling menjatuhkan.

Ia juga memberikan contoh koperasi yang berhasil berinovasi dan menjalin kemitraan, seperti Kopontren Al-Ittifaq dan LPDB, yang telah menjadi model pengembangan koperasi modern.

“Koperasi yang mampu beradaptasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak pasti akan berkembang pesat,” ujarnya.

Kunci Keberhasilan: SDM dan Kepemimpinan yang Kuat

Dr. Naslindo menegaskan bahwa kualitas SDM adalah faktor penting dalam memajukan koperasi.

Pengawas koperasi harus memastikan strategi dan keuangan koperasi berjalan sesuai rencana, sementara manajer bertanggung jawab atas operasional sehari-hari, termasuk pengelolaan produk, promosi, dan analisis keuangan.

“Kepemimpinan yang transformatif sangat dibutuhkan. Seorang pemimpin koperasi harus mampu mendorong perubahan dan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota,” jelasnya.

Baca Juga :  Mudik Natal dan Tahun Baru 2025: Pemprov Sumut Sediakan 1.200 Kursi, Cek Cara Daftarnya!

Ia menambahkan bahwa koperasi juga harus melibatkan generasi muda untuk membawa energi dan inovasi baru.

Pengurus koperasi harus profesional dan menjalankan prinsip tata kelola yang baik.

Peluang Usaha di Sektor Jasa

Selain membahas strategi inovasi, Dr. Naslindo juga mengajak koperasi untuk melihat peluang usaha di berbagai sektor jasa, seperti percetakan, periklanan, jurnalistik, media, serta pelatihan dan sertifikasi.

Usaha di sektor ini, menurutnya, bisa memberikan kontribusi besar bagi pengembangan koperasi.

“Jika koperasi ingin maju, maka perlu energi baru, cara baru, dan penyesuaian dengan perkembangan zaman,” ungkap Naslindo.

Apresiasi dari Ketua Koperasi KPI
Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia (KPI), Devis Abuimau Karamoy, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk menentukan arah dan langkah koperasi ke depan.

“Pelatihan ini membantu pengurus, pengawas, dan anggota koperasi memahami peran dan tanggung jawab mereka guna memajukan koperasi KPI,” kata Devis.

Ia juga berterima kasih kepada Pemprov Sumut dan Dinas Koperasi Kota Medan yang telah mendukung pelatihan tersebut. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Limbah Jadi Cuan, Yayasan Kiblat Cetak Pemuda Disabilitas Sukoharjo Jadi Wirausahawan Seni Ekologis
Dulu Dukung Luthfi Jadi Gubernur, Kini Petani Kendal Protes dan Kecewa Gegara Konflik Lahan
Harlah ke-60, Yayasan Silahul Ulum Siapkan Momentum Besar di Kampus Ibu Kota Jawa Tengah
Karena Aspal Tak Kunjung Datang, Warga Blora Pilih Tanam Pisang di Tengah Jalan
Sentuhan Magis Pemuda Disabilitas Sukoharjo, Ubah Limbah Kertas Jadi Topeng Wayang Bernilai Ekonomi
Perkuat Gerakan Tabungan Kurban, Masjid At Taqwa Sidorejo Batang Salurkan 934 Paket Daging Kurban
Akselerasi Ekonomi Hijau Inklusif, Disabilitas Sukoharjo Sulap Limbah Jadi Cuan
“Seribu Pintu” Dibuka! LOFF 2026 Siap Sulap Semarang Jadi Kota Film Kelas Dunia
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:43 WIB

Dari Limbah Jadi Cuan, Yayasan Kiblat Cetak Pemuda Disabilitas Sukoharjo Jadi Wirausahawan Seni Ekologis

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:47 WIB

Dulu Dukung Luthfi Jadi Gubernur, Kini Petani Kendal Protes dan Kecewa Gegara Konflik Lahan

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Harlah ke-60, Yayasan Silahul Ulum Siapkan Momentum Besar di Kampus Ibu Kota Jawa Tengah

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:05 WIB

Karena Aspal Tak Kunjung Datang, Warga Blora Pilih Tanam Pisang di Tengah Jalan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:28 WIB

Sentuhan Magis Pemuda Disabilitas Sukoharjo, Ubah Limbah Kertas Jadi Topeng Wayang Bernilai Ekonomi

Berita Terbaru