Begini Janji Menhan AS yang Baru, Akan Lakukan Perubahan di Tubuh Militer hingga Berkenalan dengan Israel

- Penulis

Selasa, 28 Januari 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan AS yang baru, Pete Hegseth: voa Indonesia

Menteri Pertahanan AS yang baru, Pete Hegseth: voa Indonesia

SUARAMUDA, SEMARANG — Menteri Pertahanan AS yang baru, Pete Hegseth, menjanjikan lebih banyak perubahan di tubuh militer, bahkan sebelum ia mulai berkantor di Pentagon.

Hegseth, seorang veteran berprestasi sekaligus mantan pembawa acara Fox News, disambut di luar Pentagon oleh Jenderal CQ Brown, pemimpin Kepala Staf Gabungan, saat tiba untuk memulai hari kerja pertamanya.

Hegseth mengatakan, merupakan sebuah kehormatan seumur hidup untuk menjabat sebagai menteri pertahanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan kepada wartawan bahwa Departemen Pertahanan akan beroperasi dengan tempo yang lebih cepat.

“Perintah sah presiden Amerika Serikat akan dilaksanakan di dalam Departemen Pertahanan dengan cepat dan tanpa alasan,” ungkap Hegseth. “Kita akan menuntut pertanggungjawaban orang-orang.”

Penunjukan Hegseth disetujui oleh Senat AS pada Jumat (24/1) dengan perolehan suara 51 banding 50, di mana Wakil Presiden JD Vance, yang menjabat sebagai presiden Senat, menjadi suara penentu.

Baca Juga :  Rayakan 1 Abad NU, PCINU Tunisia Gelar Istighosah Kubro hingga Ngaji Qonun Asasi

Usai penunjukan, Hegseth kemudian dilantik pada hari Sabtu (25/1/2025).

Sehari setelahnya, pada Minggu (26/1), ia berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam apa yang disebut Pentagon sebagai “telepon perkenalan.”

“Kita akan menjadi teman yang baik bagi sekutu kita dan akan menjadi musuh kuat bagi mereka yang ingin menguji dan mencoba kita,” urai Hegseth di hadapan wartawan pada Senin, sebelum memasuki Pentagon.

Ia mengatakan Presiden Donald Trump berencana menandatangani lebih banyak instruksi presiden pada hari Senin terkait militer AS.

Termasuk perintah untuk membangun sistem pertahanan rudal Kubah Besi seperti yang dimiliki Israel, penghapusan program-program keberagaman, keadilan dan nilai-nilai inklusif (diversity, equity and inclusion/DEI) dari Pentagon.

Serta mengaktifkan kembali para tentara yang sebelumnya dipaksa meninggalkan militer AS karena menolak vaksinasi COVID-19.

Ditambahkannya, Pentagon akan memastikan Trump memiliki seluruh sumber daya yang diperlukan untuk mengamankan perbatasan selatan AS.

Baca Juga :  Hangat dan Penuh Keakraban: Dubes Baru RI Sambut WNI di Pakistan dalam Warung Konsuler

“Apa pun yang dibutuhkan di perbatasan akan disediakan,” ucap menteri pertahanan itu.

“Ini adalah sebuah perubahan. Yang kita lakukan sekarang berbeda dari yang dulu, “ujarnya.

“Departemen Pertahanan akan membantu pertahanan integritas wilayah Amerika Serikat, perbatasan di sisi selatan, dengan melibatkan pasukan cadangan, Garda Nasional dan tentara aktif sesuai dengan Konstitusi dan hukum negara kita, serta arahan panglima tertinggi,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai nasib warga Afghanistan yang berkeja sama dengan Amerika Serikat sebelum pasukan AS ditarik pada Agustus 2021, Hegseth mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan pertanggungjawaban atas apa yang terjadi di Afghanistan dan akan mendukung sekutu-sekutunya.

Hegseth juga menepis pertanyaan tentang apakah ia berencana memecat pemimpin kepala staf gabungan.

“Saya berdiri dengannya sekarang,” ujar Hegseth. “Saya berharap dapat bekerja dengannya.” (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB