Sanggar Bimbingan dan Nasib Pendidikan Anak Pekerja Migran Indonesia di Semenanjung Malaysia

- Penulis

Sabtu, 18 Januari 2025 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meeting dengan Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Malaysia, Prof. Firdaus di Kantor KBRI Kuala Lumpur pada 14 Januari 2025

Meeting dengan Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Malaysia, Prof. Firdaus di Kantor KBRI Kuala Lumpur pada 14 Januari 2025

SUARAMUDA, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Hari ketiga, tepat pada 14 Januari 2025, kami berkunjung, bertemu dan diskusi dengan atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur di Malaysia.

Lokasi kantor KBRI ini rupanya tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap. Dan Alhamdulilah, kami langsung diterima Prof Firdaus, di Ruang Atase, lantai 3 kantornya.

Dikantor KBRI, kami juga bertemu dengan beberapa mahasiswa dari Indonesia yang sedang magang. Diantaranya ada mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan beberapa dari kampus lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, kami juga bersilaturahmi dengan PCINU Malaysia, bertemu Rois Syuri’ah, Ketua Tanfidziyah, juga pengurus yang lain.

Tema obrolan kami baik dengan Atase maupun PCINU Malaysia sebenarnya tidak jah dari tema pendidikan bagi PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Malaysia.

Meskipun, kami juga membincang soal perlindungan hukum, memberikan pelatihan untuk PMI agar memilki keahlian dan menyoal keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak PMI.

Persoalan PMI ternyata sangat kompleks, yakni mulai problem mengenai dokumen, karena tidak sedikit yang tidak memiliki dokumen secara lengkap.

Baca Juga :  Sekolah Perempuan Plus 2025: Belajar Pestisida Nabati & Urus NIB Biar Usaha Makin Cuan!

Terkait legalitas lembaga pendidikan, termasuk sebagian besar PMI masih awam tentang aspek hukum dan perlindunganya.

Faktanya, tidak sedikit PMI yang mengajak serta keluarga mereka ke Malaysia, lalu mereka bertambah keluarga dan muncul kebutuhan-kebutuhan baru, salah satunya adalah pendidikan bagi anak-anak mereka.

Peran dan dukungan pemerintah terhadap pendidikan keluarga PMI di Malaysia tentu tidak sedikit. Melalui SIKL (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur), 70 persen siswa SIKL berasal dari keluarga PMI di Malaysia.

Kemudian juga banyak berdiri Sanggar Bimbingan (SB) di Malaysia. Berdasarkan keterangan yang kami dapat, ada sekitar 65 Sanggar Bimbingan dengan jumlah total siswa 2.165 orang.

Dari jumlah itu, jika dirinci antara lain SB di Penang dan Kedah berjumlah 4 SB. Di Selangor dan Perak berjumlah 37 SB, lalu di Kuala Lumpur ada 18 SB. Begitu juga di Pahang dan Johor terdapat 3 SB serta di Negeri Sembilan ada 3 SB.

Tidak sedikit kampus-kampus di Indonesia yang mengirim mahasiswanya ke beberapa SB di Malaysia.

Baca Juga :  Seberapa Pentingkah Sosial Media Untuk Bisnis Saat Ini?

Melalui program KKN, misalnya, pata mahasiswa dikirim untuk memenuhi kebutuhan Guru di SB, termasuk mahasiswa dari kampus Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Selesai program KKN yang di tempatkan di SB, mereka mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman, penginapan dan makan yang juga telah disediakan pihak SB. Dan kadang-kadang malah diajak jalan-jalan: Alhamdulilah!

Salah satu SB yang menjadi lokasi KKN Unwahas ada di SB SM 5 atau Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak.

Lokasi itu merupakan SB yang pertama di Kawasan Semenanjung Malaysia, didirikan sekaligus diketuai oleh Dra. Mimin Mintarsih, pada tanggal 11 Januari 2019, dibawah Naungan PCI Muslimat NU Malaysia.

Meski, setelah di SB, harus di pikirkan kembali agar anak-anak dari keluarga PMI ini bisa melanjutkan sekolah setingkat MTs/SMP, MA/SMA/SMK, di Indonesia, dan sampai bisa melanjutkan kuliah di Indonesia.

Ini merupakan PR besar yang membutuhkan skema yang pas dan tentunya, diperlukan keterlibatan serta kepedulian banyak pihak, demi peningkatan kualitas pendidikan keluarga PMI du Malaysia pada khususnya. Semoga. (Red)

Penulis: KH. Iman Fadhilah

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan
Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik
Berita ini 32 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:39 WIB

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:11 WIB

Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:54 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:39 WIB

GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:43 WIB

Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru