Sekolah Perempuan Plus 2025: Belajar Pestisida Nabati & Urus NIB Biar Usaha Makin Cuan!

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, GROBOGAN — Sekolah Perempuan Plus 2025 terus gaspol lanjut ke chapter ke-12! Kali ini, program yang digelar PPK Ormawa IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang hadir di Desa Kandangrejo, Klambu, Grobogan.

Materi yang diangkat? Seru banget! Peserta diajak praktik bikin pestisida nabati buat bawang merah sekaligus belajar urus Nomor Induk Berusaha (NIB) biar usaha mereka makin legal dan siap go internasional.

Dua fasilitator kece, Dinny Andriani dan Putri Intan Vaza Septiyaningrum, hadir jadi mentor. Dinny ngejelasin pentingnya pestisida nabati biar hasil tani tetap top kualitas.

Sementara Vaza ngulik soal NIB—syarat penting biar usaha enggak cuma jalan, tapi juga punya legalitas buat berkembang lebih jauh.

Ketua Tim Pelaksana, Reffi, bilang sesi ini bikin peserta makin sadar kalau bawang merah bukan sekadar bahan dapur, tapi punya potensi bisnis keren. Plus, ibu-ibu juga langsung dibimbing bikin NIB buat usaha mereka. Mantap kan?

Baca Juga :  Baznas RI dan PC Lakpesdam NU Sukoharjo Salurkan Beasiswa Pendidikan Khusus Disabilitas, Komunitas Adat, dan Daerah 3T

Kepala Desa Kandangrejo, Widi, juga kasih jempol. Katanya, kegiatan ini bikin perempuan desa makin berdaya, enggak cuma jago urus rumah tangga, tapi juga bisa bantu nambah penghasilan keluarga.

Lewat Sekolah Perempuan Plus 2025, perempuan di Kandangrejo jadi makin komplit. Dari skill tata rias, pengetahuan tani, sampai cara urus usaha, semua ada.

Harapannya, mereka bisa lebih mandiri, berdaya saing, dan jadi motor penggerak ekonomi lokal. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran
Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB