Napak Tilas Islam Nusantara: Melaka, Warisan Surau dan Gereja

- Penulis

Jumat, 17 Januari 2025 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Magister Ilmu Politik Unwahas saat berkunjung ke Kota Tua Melaka, Red Square

Mahasiswa Magister Ilmu Politik Unwahas saat berkunjung ke Kota Tua Melaka, Red Square

SUARAMUDA, MELAKA, MALAYSIA – Selepas menginap di Melaka, pada hari kedua, tanggal 13 Januari 2025, kami berkunjung ke Kota Tua Melaka, Red Square.

Disebut Red Square karena banyak bangunan dan gedung-gedung yang berwarna merah. Oleh orang Indonesia, Red Square adalah Kota Lama-nya Malaysia.

Dari jenis bangunan yang nampak, sangat terasa sekali kesan klasiknya. Dengan warna dan sentuhan ornamen kemerahan, kawasan Red Square disebut pula Kota Merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terdapat tiga bangunan yang khas pada warisan kuno peninggalan Belanda yang sangat unik dan menjadi ikon Melaka, yakni Gereja yang di bangun tahun 1753, dan yang kedua Balai Kota serta Clock Tower.

Panorama Kota Merah di Melaka itu sungguh menarik. Karena selain menyuguhkan arsitektur khas Belanda layaknya Kota Lama di Semarang, Indonesia, ada pula aliran sungai. Lalu, terdapat Menara Taming Sari, Galeri Seni, termasuk Gereja, salah satunya.

Baca Juga :  Calie Wonder Kids di Surabaya: Ketika Semangat dan Bakat Bertemu

Gereja tersebut menjadi penanda adanya penyebaran masyarakat non-Islam di wilayah Melaka, di masa kolonial Belanda. Kehidupan multikuktural dan keragaman agama pun nampak kental seperti di Indonesia.

Maka tak salah, jika 70 persen dari warga Malaysia adalah Muslim, sementara 30 persen lainnya adalah masyarakat penganut ajaran Hindu, Kristen dan lainnya.

Populasi penduduk Malaysia, 20 persen diantaranya adalah warga keturunan China (Tiongkok), 10 persen keturunan India. Dan selebihnya, warga asli Malaysia terdiri dari campuran ras Melayu termasuk mereka yang berasal dari Indonesia.

Bagi warga Melaka, Kota Merah ini termasuk kota bersejarah. Mereka bahkan menyebut sebagai Kota Pahlawan, termasuk keberadaan Gereja yang tak lepas dari sejarah perjuangan yang ada di Melaka.

Beberapa bangunan berjajar rapi dan menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat menarik—diantaranya ada Muzium Belia Malaysia (Malaysia Youth Museum). Disebelahnya juga ada Balai Seni lukis Melaka (Melaka Art Galery) dengan tulisan bangunan tahun 1931 M.

Baca Juga :  Begini Cara Baru Menikmati Jakarta di Musim Libur Nataru 2026: Keliling Kota dengan Bis Tingkat!

Sementara Gereja Kristen Melaka (Christ Cruch Melaka) dengan tulisan bangunan tahun 1753 M, tahun yang sangat tua penanda sejarah bahwa Kota Merah ini yang tidak lepas dari pemeluk Kristen.

Tidak begitu jauh dari bangun Gereja, ada sebuah Surau Warisan—tertulis jelas dan besar, berwarna putih. Surau itu bisa kita kunjungi, serta melihat sisi kesejarahannya. Dan tentunya, nilai-nilai sosiologis-antropologis yang dikandungnya.

Kawasan Kota Merah ini sangat ‘friendly’ bagi pejalan kaki. Bergeser agak ke ujung kota, kita juga bisa melihat Menara Taming Sari—yakni sebuah bangunan ala miniatur Monas yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. (Red)

Penulis: KH. Iman Fadhilah

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB