Karena Hal ini, Masyarakat Demak Diharap Waspada!

- Penulis

Jumat, 10 Januari 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Agung Demak/ foto: pinterest

Masjid Agung Demak/ foto: pinterest

SUARAMUDA, DEMAK — Masyarakat Demak diminta mewaspadai potensi terjadinya bencana alam. Pasalnya, Kabupaten Demak berada di wilayah rawan bencana, terutama banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan menyampaikan, siaga bencana dapat diartikan sebagai tindakan yang diambil sebelum terjadinya bencana, untuk mengurangi risiko, meminimalkan dampak, dan memastikan respon yang efektif.

“Siaga bencana sangat penting, karena dapat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana, serta mempercepat proses pemulihan,” kata Haris, pada talkshow di Radio Suara Kota Wali (RSKW) 104.8 FM, Kamis (9/1/2025).

Menurut Haris, hal-hal yang perlu disiapkan untuk kesiapsiagaan bencana di antaranya, mempersiapkan tempat tinggal dan membersihkan saluran irigasi.

“Menyiapkan rumah dalam menghadapi cuaca ekstrem itu sangat penting juga, seperti mengecek genting dan membersihkan saluran pipa. Kita juga harus siapkan tempat yang aman, misal jika terjadi suatu bencana, sudah siap tempat untuk mengungsi,” jelasnya.

Senada, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan, berdasarkan perkiraan BMKG, curah hujan akan tinggi hingga akhir Februari 2025. Untuk itu, perlu dilakukan antisipasi, agar bencana banjir yang terjadi pada awal 2024 lalu, tidak terjadi lagi di tahun ini.

Baca Juga :  Desa Wanadadi Raih Juara Favorit, Wisata Banjarnegara Makin Hits!

Menurut Eisti, panggilan akrab Bupati Eisti’anah, kondisi ini memerlukan kesiapan yang matang, seperti perencanaan evakuasi, peningkatan fasilitas pengungsian, dan sosialisasi kepada masyarakat.

Untuk itu, pihaknya telah nengeluarkan SK darurat bencana sebagai bentuk kesiapan dan antisipasi.

“Pemkab juga sudah mengeluarkan SK darurat bencana, yang ditetapkan pada 24 November 2024, “ujar Eisti.

“Dengan di keluarkannya SK darurat bencana, saya berharap ada kesadaran masyarakat secara luas bahwa siaga bencana itu menjadi suatu keharusan, “harapnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB