Warga Udah Dengar Belum, Gunungpati Bisa Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Gunungpati, Al Frida Very Sanavel saat memamerkan bahan bakar minyak (BBM) dari sampah plastik/ kompas.com

Camat Gunungpati, Al Frida Very Sanavel saat memamerkan bahan bakar minyak (BBM) dari sampah plastik/ kompas.com

SUARAMUDA, SEMARANG – Belakangan ini, Kecamatan Gunungpati menjadi sorotan publik. Hal ini terutama, setelah berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif dengan menggunakan metode sederhana yang dirakit secara mandiri.

Dikutip dari Kompas.com, inisiatif ini mulanya dari pelantikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang menjadikan pengurangan dan pengelolaan sampah sebagai salah satu program prioritas.

Sejalan dengan hal itu, Camat Gunungpati, Al Frida Very Sanavel bersama staf dan masyarakat, mulai merencanakan langkah konkret dalam mendukung program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ngobrol-ngobrol, bagaimana caranya agar Gunungpati bisa ikut mengurangi sampah. Dari situlah ide ini muncul,” ungkap Frida, (24/4/2025), seperti ditulis dalam pemberitaan Kompas.

Salah satu staf kecamatan, Rohmat, yang dikenal sebagai pencinta alam dan tenaga keamanan, mengemukakan idenya tentang penyulingan sampah plastik menjadi BBM.

Buat alat dari bahan bekas

Baca Juga :  Gubernur Jateng Berharap Penerbangan Semarang-Singapura Dibuka Lebih Cepat, Kamu Setuju?

Ia tidak hanya berwacana, tetapi juga berhasil merakit alat penyuling sederhana dari bahan bekas seperti tong besi dan pipa.

Proses pengolahan sampah plastik ini terbilang sederhana. Sampah plastik dimasukkan ke dalam tong besi dan dipanaskan.

Uap hasil pemanasan kemudian dialirkan melalui pipa, dan dalam waktu tertentu, akan dihasilkan cairan yang mirip dengan minyak.

Hingga saat ini, belum ada pengukuran pasti mengenai berapa kilogram sampah yang dapat menghasilkan berapa liter BBM, karena alat tersebut masih dalam tahap pengembangan.

“Sementara ini kami belum uji laboratorium, belum menimbang secara pasti. Tapi prosesnya sudah berjalan,” jelas Rohman.

Sampah plastik yang digunakan dalam proses ini dikumpulkan dari para ASN dan non-ASN di lingkungan kecamatan dan kelurahan se-Gunungpati, yang diminta untuk membawa sampah rumah tangga setiap apel hari Senin.

Langkah nyata kurangi sampah plastik

Baca Juga :  Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia Apresiasi Penetapan Bobby-Surya, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Terpilih

Lebih dari sekadar menghasilkan BBM, tujuan utama dari inovasi ini adalah untuk mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

TPA tersebut diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga tiga tahun ke depan.

“Kami tidak bertujuan untuk menjual minyaknya, ini murni upaya pengurangan sampah plastik,” tegasnya.

Ke depan, Kecamatan Gunungpati sedang menjajaki peluang untuk mendapatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Bappeda.

Dana tersebut direncanakan untuk pengadaan alat serupa yang dapat dibagikan ke seluruh kelurahan di wilayah Gunungpati, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri dan merata.

“Kita uji coba untuk bahan bakar mesin potong rumput,” tambahnya.

Inovasi yang dilakukan oleh Kecamatan Gunungpati ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi permasalahan sampah plastik dan menciptakan solusi yang berkelanjutan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Senin, 20 Juli 2026 - 21:14 WIB

Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah

Berita Terbaru