Sempat Hadapi Tekanan Kompetisi, Mahasiwa UGM Akhirnya Sukses Sabet Juara Utama ASEAN Investment Challenge 2024

- Penulis

Senin, 30 Desember 2024 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Ali Alexander, pada ajang ASEAN Investment Challenge 2024

Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Ali Alexander, pada ajang ASEAN Investment Challenge 2024

SUARAMUDA, SLEMAN, YOGYAKARTA — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Mahasiswa Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Ali Alexander, pada ajang ASEAN Investment Challenge 2024.

Mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2021 ini berhasil meraih gelar Champion atau Juara Utama di Indonesia di kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh CGS International Sekuritas Indonesia dan Group CGS International Securities di Jakarta.

Kemenangan di level nasional tersebut membawanya melaju mewakil Indonesia di kompetisi tingkat regional yang akan diselenggarakan pada bulan Januari 2025 mendatang. Tak hanya itu, ia juga berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp70.000.000,00.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa itu ASEAN Investment Challenge?

ASEAN Investment Challenge merupakan sebuah kompetisi investasi tahunan terkemuka yang diselenggarakan oleh CGS International, bertujuan mendorong pemahaman mahasiswa mengenai investasi berkelanjutan serta berkontribusi dalam membangun pasar saham yang kuat di masa depan.

Dengan tema “Your Galaxy Your Way!,” kompetisi di tingkat country level tahun ini berlangsung selama empat bulan yaitu sejak Agustus hingga November 2024.

Sebagai kompetisi investasi terkemuka di Asia Tenggara, ASEAN Investment Challenge 2024 diikuti oleh 1000 lebih mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia.

Adapun, kompetisi ini dibagi menjadi dua tingkat, yaitu country level dan regional level. Pada tahap country level, peserta dari masing-masing negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, berkompetisi dalam serangkaian tantangan investasi.

Tingkat ini terdiri dari tahap registrasi peserta, tahap pembelajaran atau learning journey, dan tahap country level challenge yang berlangsung selama enam minggu (21 Oktober-29 November 2024).

Baca Juga :  Ya Tuhan! Kenapa 400 Gerai Alfamart di Indonesia Tutup?

Kemudian, tiga pemenang utama di masing-masing country level challenge akan berlaga mewakili negaranya di regional level challenge yang akan diselenggarakan pada Januari 2025.

Kasus utama dalam kompetisi ini adalah merancang strategi investasi yang optimal untuk memaksimalkan keuntungan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Dalam memecahkan kasus ini, peserta dituntut untuk membangun portofolio saham yang efisien dengan return lebih besar dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yaitu dengan memperhatikan diversifikasi, mematuhi kriteria ESG (Environmental, Social, Governance), memiliki Margin of Safety yang tinggi, serta mencari peluang dari perusahaan yang terlibat dengan aksi korporasi, seperti akuisisi atau merger.

Ali berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan strategi berbasis analisis fundamental yang mendalam. Ia memprioritaskan saham-saham perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan valuasi yang murah untuk menghindari downside.

Selain itu, Ali juga jeli melihat peluang dari aksi korporasi seperti akuisisi atau merger yang dapat mendorong kenaikan harga saham secara signifikan. Dengan solusi yang ditawarkan, Ali berhasil membangun portofolio dengan return lebih tinggi dari IHSG sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan ESG.

“Strategi yang saya buat ini sudah terbukti efektif selama periode trading tertentu dan dapat menghasilkan kinerja yang jauh lebih unggul dibandingkan indeks pasar,” jelasnya baru-baru ini.

Meskipun berhasil keluar sebagai juara utama, perjalanan Ali menuju juara tidaklah mudah. Ia mengaku sempat menghadapi tekanan yang tinggi selama kompetisi. Tekanan datang dari persaingan ketat dari peserta lain serta tekanan untuk menghasilkan keputusan investasi yang tepat.

Baca Juga :  Wuling Motors Hadir di GIIAS 2024 Semarang dengan Promo dan Produk Terbaru

Namun, ia mengaku dapat melewati serangkaian proses kompetisi yang panjang dan meraih juara dengan tetap fokus dan tenang. Ia juga merasa percaya diri dengan strategi yang dirancangnya.

Ali mengungkapkan bahwa ia memprioritaskan analisis fundamental untuk memilih saham dari perusahaan yang memiliki potensi besar, termasuk yang sedang atau akan melakukan aksi korporasi seperti akuisisi atau merger.

Pendekatan Berbasis Riset

Dengan keyakinan pada pendekatan berbasis riset ini, ia berhasil mengelola tekanan kompetisi dan mengambil keputusan yang terukur. Strategi ini terbukti efektif, memungkinkan dirinya menghasilkan return yang jauh lebih tinggi dibandingkan IHSG.

Dalam mengikuti kompetisi ini, Ali mendapat dukungan dari banyak pihak. Dalam persiapannya ke tingkat regional, Ali mendapatkan bimbingan dari Eddy Junarsin, Ph.D., CFP., dosen FEB UGM yang juga sempat membantunya mempelajari valuasi untuk kompetisi keuangan di semester tiga.

Ali berharap ke depan dapat memberikan yang terbaik di tahap regional ASEAN. “Saya merasa bangga dapat meraih juara. Untuk tahap selanjutnya, saya mohon dukungan dari semua pihak agar dapat terus melangkah dengan baik dan memenangkan perlombaan,” tambahnya.

Keberhasilan yang diraih Ali ini merupakan bukti nyata bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan strategi yang tepat, kita dapat meraih impian.

Prestasinya tidak hanya membanggakan FEB UGM, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Indonesia untuk berani mencoba hal-hal baru dan menghadapi tantangan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB