Musypimwil 2024, Tafsir Katakan Muhammadiyah Jateng Fokus pada Ideologisasi, Industrialisasi, dan Mitigasi

- Penulis

Minggu, 22 Desember 2024 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhamamdiyah Jawa Tengah 2024, bertempat di Syariah Hotel, Surakarta, Sabtu-Ahad (21-22/12/24).

Acara bergengsi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Yandri Susanto.

Tak ketinggalan, Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais, serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir, yang didampingi jajaran anggota PWM Jawa Tengah, juga hadir dalam acara ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, dalam sambutannya memaparkan fokus program Muhammadiyah Jawa Tengah yang terbagi dalam tiga kelompok besar: ideologisasi, industrialisasi, dan mitigasi.

Ia menegaskan bahwa ketiga aspek ini menjadi strategi utama untuk mewujudkan misi Muhammadiyah sebagai organisasi yang menjadi “penolong kesengsaraan umum” (PKO).

Ideologisasi, menurut Tafsir, menjadi landasan utama dalam membangun kesadaran kader Muhammadiyah.

“Kita melaksanakan ideologisasi dan kaderisasi melalui program seperti PUTM, Sekolah Tabligh, Sekolah Ideologi Muhammadiyah, hingga Pengajian Ideopolitor. Ini semua bertujuan memperkuat fondasi ideologi Muhammadiyah,” ujarnya, seperti dilansir dari laman pwmjateng.com.

Baca Juga :  Diklat Kamad Ma’arif Jateng Dibuka, Prof. Ali Ramdhani: Pemimpin Itu Seperti Jantung

Dikatakan Tafsir, program kaderisasi ini dirancang untuk mencetak kader yang tidak hanya paham nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyebut bahwa penguatan ideologi adalah modal dasar bagi Muhammadiyah untuk terus berkembang di tengah tantangan zaman.

Tafsir menyoroti tantangan besar yang dihadapi masyarakat saat ini, yakni kesulitan mencari lapangan kerja.

“Kesengsaraan terbesar saat ini bukanlah sulit mencari masjid atau panti asuhan, tetapi sulit mencari pekerjaan,” tegasnya.

Ia mencontohkan kasus SRITEX, perusahaan tekstil besar yang menghadapi kepailitan, yang dapat berdampak pada ribuan pekerja.

“Bayangkan jika benar-benar terjadi PHK massal, sebanyak 50 ribu pekerja akan kehilangan penghasilan, dan ini berdampak pada keluarga mereka,” tambahnya.

Tafsir menekankan bahwa Muhammadiyah harus hadir sebagai solusi dengan mendukung program-program ekonomi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja.

“Sudah saatnya umat Islam, khususnya Muhammadiyah, tidak hanya menjadi penonton tetapi juga pemain dalam sektor ekonomi. Kita harus bertransformasi dari konsumen menjadi produsen,” jelasnya.

Baca Juga :  Diikuti Pelajar se-Kota Semarang, FKUB Kota Semarang Sukses Gelar Sekolah Kerukunan

Industrialisasi, menurut Tafsir, menjadi kunci untuk meningkatkan kemandirian ekonomi umat.

Aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah mitigasi. Tafsir menjelaskan bahwa PWM bertanggung jawab untuk mendampingi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang mengalami kesulitan.

“Sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah, misalnya, 40 persen di antaranya membutuhkan mitigasi karena siswanya kurang dari 100 orang,” ungkapnya.

Tafsir menambahkan bahwa rumah sakit dan AUM lain yang menghadapi tantangan manajemen maupun finansial juga harus mendapatkan pendampingan.

“Kita harus mendampingi, mengarahkan, dan membantu agar mereka bisa kembali mandiri,” katanya.

Upaya ini, lanjutnya, sejalan dengan misi Muhammadiyah untuk menjadi penolong kesengsaraan umum.

Melalui ideologisasi, industrialisasi, dan mitigasi, Tafsir berharap Muhammadiyah Jawa Tengah dapat menjadi organisasi yang semakin profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan program-program ini benar-benar berhasil dan mampu membawa Muhammadiyah menjadi organisasi yang sesuai dengan misinya,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB