Diklat Kamad Ma’arif Jateng Dibuka, Prof. Ali Ramdhani: Pemimpin Itu Seperti Jantung

- Penulis

Selasa, 11 Maret 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahap 1 Tahun 2025 di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Banyumanik, pada Senin (10/3/2025).

Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahap 1 Tahun 2025 di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Banyumanik, pada Senin (10/3/2025).

Semarang, SUARAMUDA –
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI, Prof. H. Muhammad Ali Ramdhani, mengibaratkan pemimpin seperti jantung dalam tubuh manusia.

Analogi ini ia sampaikan saat membuka Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahap 1 Tahun 2025 di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Banyumanik, pada Senin (10/3/2025).

Menurutnya, jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh agar setiap organ dapat bekerja optimal. Begitu juga seorang pemimpin yang harus memastikan seluruh elemen di bawahnya berjalan dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jantung memompa darah agar ujung kaki mendapatkan oksigen dan setiap organ berfungsi. Demikian pula pemimpin, tugasnya memastikan semuanya berjalan dengan baik,” ujar Prof. Ali Ramdhani, yang akrab disapa Kang Dani.

Karena fungsi vitalnya, jantung ditempatkan di tengah tubuh dan dilindungi tulang. Hal ini, menurutnya, menjadi metafora bahwa pemimpin mendapat kemuliaan bukan karena jabatan semata, melainkan karena perannya sebagai pelayan umat.

“Pemimpin adalah pelayan umat. Ia berada di tengah dan dilindungi karena perannya yang mulia dalam melayani,” tegasnya.

Kamad Harus FAST: Fathanah, Amanah, Shiddiq, dan Tabligh
Lebih lanjut, Kang Dani menekankan bahwa Kepala Madrasah (Kamad) harus menjadi motor penggerak perubahan yang cepat dan responsif.

Baca Juga :  Diawali Pelantikan Lembaga, Rangkaian Muskerwil I PWNU Jateng di Unwahas Resmi Dibuka

“Kepala madrasah harus FAST, artinya menjadi lokomotif yang cepat dalam pergerakan,” katanya.

Namun, FAST juga merupakan akronim dari Fathanah (cerdas), Amanah (bertanggung jawab), Shiddiq (jujur), dan Tabligh (mampu menyampaikan kebaikan dengan bijak).

“Fathanah bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Pemimpin harus berpikir dengan hati, bukan hanya otak,” jelasnya.

Sementara itu, Amanah berarti menuntaskan tugas dengan tanggung jawab, Shiddiq menekankan kejujuran, dan Tabligh mengajarkan komunikasi yang baik agar pesan diterima tanpa menyinggung orang lain.

“Kata kuncinya, Kamad harus bisa melayani dengan baik,” pungkasnya.

penandatanganan kerja sama antara LP Ma’arif NU PWNU Jateng dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang

Di kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin, menyoroti pentingnya kurikulum keaswajaan di madrasah. Menurutnya, masih banyak generasi muda yang kurang mengenal NU.

“Hampir 60 persen warga Indonesia mengaku NU, tetapi hanya 8 persen anak-anak di bawah 20 tahun yang benar-benar mengenal NU,” ungkapnya.

Gus Rozin pun membuktikan hal ini melalui kuis sederhana di Kantor PWNU Jateng. Banyak anak yang tidak tahu siapa Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari maupun Rois Aam PBNU.

“Saat ditanya siapa Mbah Hasyim? Mereka tidak bisa menjawab. Siapa Rois Aam? Juga tidak tahu,” tambahnya.

Baca Juga :  Lampu Jalan Jateng Bikin Pemudik Geleng-Geleng, Gubernur Luthfi: Jangan Curhat di Medsos!

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, menjelaskan bahwa diklat ini bertujuan membentuk kepala madrasah yang berintegritas, kompeten, dan berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan.

“Dengan kepemimpinan yang baik, madrasah dapat berkontribusi positif dalam mengembangkan potensi siswa dan menciptakan lingkungan belajar berkualitas,” ujarnya.

Diklat ini berlangsung selama lima hari (10-14 Maret 2025) dan diikuti oleh 236 kepala madrasah dari berbagai jenjang, terdiri dari 30 kepala MA, 126 kepala MI, dan 80 kepala MTs. Dari jumlah tersebut, 62 peserta berstatus PNS dan 178 non-PNS.

Mengingat tingginya minat peserta, LP Ma’arif NU PWNU Jateng berencana mengadakan tahap kedua dalam waktu dekat.

“Insya Allah, kita akan buka diklat tahap kedua,” kata Fakhrudin.

Diklat ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara LP Ma’arif NU PWNU Jateng dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang. Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh, antara lain: H. Saiful Mujab (Kepala Kanwil Kemenag Jateng), H. Muchammad Toha (Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang), H. Moch. Muhaemin (Kepala Balai Litbang Agama Semarang).

Dengan berlangsungnya diklat ini, diharapkan para kepala madrasah dapat menjadi pemimpin yang lebih tanggap, cerdas, dan berorientasi pada pelayanan umat.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 8 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB