Mental Health for Womenpreneur with Depth Therapy: Merilis Emosi Demi Ketenangan Jiwa dan Bisnis yang Gemilang

- Penulis

Senin, 16 Desember 2024 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberian kenang-kenangan dari Panitia kepada Narasumber di acara Depth Therapy/ dok istimewa

Pemberian kenang-kenangan dari Panitia kepada Narasumber di acara Depth Therapy/ dok istimewa

SUARAMUDA, DEPOK — Komunitas TDA Depok Perempuan menggelar acara bertajuk ‘Mental Health for Womenpreneur with Depth Therapy’ di Inner Salon Muslimah, Sukmajaya, Depok, Minggu (15/12/2024).

Acara ini dihadiri oleh 30 peserta yang merupakan anggota komunitas pengusaha TDA Depok. Mengusung tema “Mental Block Hilang, Keluarga Tenang, Bisnis Gemilang”, kegiatan ini menghadirkan Muri Handayani, seorang Certified Depth Therapist, sebagai pembicara utama.

Acara dibuka oleh MC, Fitri, sekaligus pengurus TDA Perempuan. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua TDA Depok Perempuan, Bunda Komala Dewi, yang menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan mental bagi pengusaha wanita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sambutan Bunda Dewi selaku Ketua TDA Depok Perempuan / dok istimewa

“Sebagai pebisnis, kita dituntut profesional. Namun, kita juga harus cakap menjalankan peran sebagai ibu dan istri di rumah. Untuk itu, menjaga keseimbangan mental adalah kunci,” tutur Bunda Dewi.

Mengupas Kedalaman Emosi Lewat Depth Therapy

Muri Handayani memulai sesinya dengan memperkenalkan konsep ‘Depth Therapy’, sebuah metode untuk merilis emosi terpendam yang kerap menjadi beban dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan pentingnya menyalurkan emosi dengan cara dan tempat yang tepat agar setiap individu dapat menjalankan perannya dengan optimal.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami titik-titik meridian pada tubuh—seperti kepala, pangkal alis, samping mata, hingga ujung jari—yang memiliki hubungan erat dengan gangguan emosi.

Tidak hanya teori, peserta langsung mempraktikkan teknik merilis emosi melalui stimulasi titik-titik tersebut.

Baca Juga :  Pentingnya UPS untuk PC Gaming: Stabilkan Daya, Lindungi Performa

Ruangan terapi dibuat senyaman mungkin untuk mendukung suasana terapi sehingga berjalan kondusif.

Dengan suasana yang tenang, peserta diajak untuk memusatkan perhatian pada diri sendiri, menggali luka batin, dan merilis emosi yang selama ini tertahan.

Muri Handayani selaku Narasumber dan Certified Depth Therapy/ dok istimewa

Kesungguhan dan keintiman sesi ini membuat banyak peserta larut hingga pecah dalam tangisan. Di akhir terapi, Muri mengarahkan peserta untuk merelaksasikan pikirannya, merebahkan badan, dan mengeluarkan perasaan penat selepas terapi.

Momen Kebersamaan dan Apresiasi

Sebelum terapi dimulai, peserta dan panitia menyempatkan diri untuk melakukan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Senyum dan semangat tampak menghiasi wajah para peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia yang diwakili oleh Bunda Komala Dewi selaku Ketua TDA Perempuan memberikan bingkisan kenang-kenangan kepada Muri Handayani atas kontribusinya dalam membagikan ilmu dan pengalaman berharga selama sesi berlangsung.

Testimoni Peserta: Ketenangan yang Ditemukan

Setelah sesi terapi, para peserta membagikan pengalaman mereka yang penuh makna. Berikut beberapa testimoni yang menggambarkan dampak mendalam dari kegiatan ini:

“Rasanya lega, meskipun masih ada yang sesak di dada, mungkin memang perlu kembali dirilis di rumah. Saya dari kecil diajarkan untuk tidak mudah menangis, apa-apa cari solusi sendiri. Jadi ketika dipancing dalam terapi ini, saya bisa mengalirkan emosi yang mungkin selama ini hanya tersimpan di alam bawah sadar. Masyaa Allah” -Riza.

Baca Juga :  Sedekah Bumi Kini: Tradisi yang Salah Isi?
Foto bersama Peserta & Panitia Depth Therapy/ dok istimewa

“Bikin lega banget. Sebagai Gen Z yang sering overthinking tentang masa depan, terapi ini menjadi penyemangat untuk lebih mencintai diri sendiri. Orang tua saya kadang suka memaksa atau menilai berlebihan, sehingga saya sering merasa tertekan. Dengan terapi ini, emosi saya bisa tersalurkan. Terima kasih.” -Silvi dan Sahira

“Hari ini bikin saya lega. Tadi banyak pikiran tentang urusan bisnis dan rumah yang bercampur aduk. Dengan terapi ini, saya merasa lebih tenang dan tubuh lebih rileks. Terima kasih.” – Deasy

“Saya sudah mengikuti Depth Therapy tiga kali karena merasa memiliki luka batin yang perlu disembuhkan. Dari kegiatan ini, saya mendapatkan banyak insight baru. Saya juga sadar pentingnya rutin melakukan terapi di rumah agar emosi bisa terus dirilis. Semoga kegiatan seperti ini memberi manfaat bagi perempuan lainnya.” – Ria

Pentingnya Keseimbangan Mental

Kegiatan ini berhasil memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Tidak hanya membantu merilis emosi terpendam, terapi ini juga menjadi langkah awal untuk menjaga keseimbangan mental.

Dengan jiwa yang tenang, para womenpreneur dapat menjalani peran mereka, baik sebagai pengusaha, istri, maupun ibu, dengan lebih maksimal.

Komunitas TDA Depok berharap acara serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, menjadi wadah healing sekaligus penguatan bagi para perempuan tangguh di komunitas ini. (Red)

Penulis: Marina Fauzia, Div. Markom TDA Depok 8.0

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB