Magang di Sentra Budidaya Lele, Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Dapat Pujian dari Pelaku Usaha

- Penulis

Selasa, 26 November 2024 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, TANGERANG – Tiga mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten telah melaksanakan program magang selama enam hari pada salah satu tempat budidaya dan penjualan ikan lele di Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Program magang ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa terkait pengelolaan usaha perikanan, khususnya dalam aspek budidaya, pemasaran, dan manajemen operasional.

Ketiga mahasiswa tersebut antara lain Nurkholifah Balqis, Falyad’u Nadiyah, dan Ayu Khoirunnisa. Ketiganya adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester tujuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan yang disampaikan pada suaramuda.net, Minggu (24/11/2024), para mahasiswa selama magang aktif membantu proses pembibitan, pemberian pakan, pengelolaan kolam, hingga penjualan hasil panen di pasar.

Pemilik usaha lele, Yusuf, mengungkapkan bahwa keberadaan mahasiswa magang sangat membantu perkembangan usahanya.

“Adanya mahasiswa magang di sini sangat bermanfaat. Mereka membawa ilmu baru dari kampus, seperti cara pemberian pakan yang lebih efisien dan teknik pemasaran digital. Selain itu, semangat mereka juga memberikan energi positif bagi usaha saya,” ujar Yusuf.

Baca Juga :  Observasi, Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Indonesia Timur Makassar Datangi Vihara Arama Maha Buddha

Menurutnya, program magang ini juga memberikan perspektif baru mengenai cara mengelola usaha budidaya lele secara lebih modern dan profesional.

Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlangsung sehingga usaha kecil seperti miliknya semakin berkembang.

“Mereka membawa ide-ide segar dan pendekatan baru yang sebelumnya belum pernah saya coba. Contohnya, mereka mengenalkan cara pemberian pakan yang lebih efisien dan membantu mempromosikan penjualan melalui media sosial, yang ternyata cukup efektif untuk menjangkau lebih banyak pelanggan,”sambungnya.

Menurutnya, program magang seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa tetapi juga bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya.

Ia merasa bahwa generasi muda memiliki semangat dan wawasan yang dapat mendukung modernisasi usaha kecil menengah.

“Selain itu, saya juga merasa senang bisa berbagi pengalaman dan ilmu yang saya miliki. Harapannya, mahasiswa ini nanti bisa membawa ilmu yang mereka pelajari ke dunia kerja atau bahkan memulai usaha sendiri,” tambahnya.

Baca Juga :  Bangkit Pascabanjir, Tim USK Hadirkan Teknologi Fermentasi dan Irigasi Tetes untuk Warga Bireuen

Bekal Pengalaman Lapangan

Para mahasiswa pun mengaku antusias menjalani program ini. Mereka merasa pengalaman langsung di lapangan membantu memahami teori yang telah dipelajari di kampus.

Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan baru mengenai tantangan dan peluang di dunia usaha perikanan. Salah satu mahasiswa, Nurkholifah Balqis, mengungkapkan bahwa magang ini memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Kami belajar banyak hal yang tidak kami dapatkan di bangku kuliah, seperti menghadapi pelanggan secara langsung dan memahami tantangan dalam budidaya ikan. Ini pengalaman yang luar biasa,” ujar Balqis.

Program magang ini diharapkan dapat terus berlangsung untuk mendukung sinergi antara pendidikan dan dunia usaha, khususnya dalam pengembangan sektor perikanan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang siap diterapkan di dunia nyata. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB