SUARAMUDA, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Anjungan Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) siap mempersembahkan sebuah pentas tari yang luar biasa, termasuk karya kolosal yang paling dinantikan, yaitu “Swara Tanpa Bisu”.
Karya ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara perayaan dan dijadwalkan untuk memukau para penonton dengan kedalaman pesan dan keindahan gerak.
“Swara Tanpa Bisu” merupakan karya yang lahir dari tangan dingin Boby Ari Setiawan, seorang koreografer berbakat yang merupakan lulusan jalur penciptaan karya dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak 2023, Boby bergabung dengan Padepokan Tari Dedy Lutan Dance Company dan telah terlibat dalam berbagai produksi ternama di bawah arahan Dedy Lutan.
Hingga saat ini, ia aktif sebagai koreografer dan penari dalam berbagai festival tari kontemporer di Indonesia.

Melalui “Swara Tanpa Bisu”, Boby mengajak penonton untuk merasakan perjuangan yang tak teredam dalam kesunyian.
Karya ini menjadi simbolisasi kebebasan dan harapan yang muncul dari pergulatan yang penuh makna.
Setiap gerakan menyampaikan narasi tentang kegigihan para pejuang yang tak terkatakan namun kuat terasa, melahirkan semangat baru yang menginspirasi generasi masa depan.
Pementasan ini akan disiarkan melalui platform digital dan juga ditampilkan secara langsung untuk menjangkau lebih banyak audiens, memungkinkan semua orang dari berbagai penjuru Indonesia menikmati dan meresapi makna di balik tarian ini.
“Swara Tanpa Bisu” diharapkan menjadi pengingat betapa pentingnya menghargai sejarah dan semangat juang dalam membangun masa depan yang penuh harapan.
Jangan lewatkan momen bersejarah ini, di mana seni dan budaya bersatu untuk memperingati para pahlawan dengan cara yang indah dan penuh makna. (Red)













Komentar