‘Swara Tanpa Bisu’: Karya Kolosal Alumni ISI Surakarta yang Paling Dinantikan dalam Peringatan Hari Pahlawan di TMII Jakarta

- Penulis

Rabu, 13 November 2024 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

tari kolosal karya alumni ISI Surakarta, Boby Ari Setiawan/ foto: istimewa

tari kolosal karya alumni ISI Surakarta, Boby Ari Setiawan/ foto: istimewa

SUARAMUDA, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Anjungan Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) siap mempersembahkan sebuah pentas tari yang luar biasa, termasuk karya kolosal yang paling dinantikan, yaitu “Swara Tanpa Bisu”.

Karya ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara perayaan dan dijadwalkan untuk memukau para penonton dengan kedalaman pesan dan keindahan gerak.

“Swara Tanpa Bisu” merupakan karya yang lahir dari tangan dingin Boby Ari Setiawan, seorang koreografer berbakat yang merupakan lulusan jalur penciptaan karya dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Sejak 2023, Boby bergabung dengan Padepokan Tari Dedy Lutan Dance Company dan telah terlibat dalam berbagai produksi ternama di bawah arahan Dedy Lutan.

Hingga saat ini, ia aktif sebagai koreografer dan penari dalam berbagai festival tari kontemporer di Indonesia.

Bagian dari tari kolosal karya alumni ISI Surakarta, Boby Ari Setiawan/ foto: istimewa

Melalui “Swara Tanpa Bisu”, Boby mengajak penonton untuk merasakan perjuangan yang tak teredam dalam kesunyian.

Karya ini menjadi simbolisasi kebebasan dan harapan yang muncul dari pergulatan yang penuh makna.

Setiap gerakan menyampaikan narasi tentang kegigihan para pejuang yang tak terkatakan namun kuat terasa, melahirkan semangat baru yang menginspirasi generasi masa depan.

Baca Juga :  Sah! Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Bercerai Setelah 29 Tahun Menikah

Pementasan ini akan disiarkan melalui platform digital dan juga ditampilkan secara langsung untuk menjangkau lebih banyak audiens, memungkinkan semua orang dari berbagai penjuru Indonesia menikmati dan meresapi makna di balik tarian ini.

“Swara Tanpa Bisu” diharapkan menjadi pengingat betapa pentingnya menghargai sejarah dan semangat juang dalam membangun masa depan yang penuh harapan.

Jangan lewatkan momen bersejarah ini, di mana seni dan budaya bersatu untuk memperingati para pahlawan dengan cara yang indah dan penuh makna. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?
Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 17:07 WIB

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Berita Terbaru

Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat sedang melakukan safari politik. (Dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Buat Apa Jokowi Sibuk Melakukan Safari?

Senin, 29 Jun 2026 - 17:07 WIB

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB