JQH Al Hasyimi Unwahas Perkenalkan Divisi Baru, Gus Rifqi Tekankan Pentingnya Fleksibilitas Dalam Kepemimpinan

- Penulis

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat, AH

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat, AH

SUARAMUDA, SEMARANG – Perbedaan pandangan tentang khilafah seringkali mencuat sebagai perdebatan teologis semata. Namun, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat, AH, menawarkan sudut pandang yang berbeda. Dalam kegiatan Masa Ta’aruf Anggota Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (Matanajwa) JQH Al-Hasyimi Universitas Wahid Hasyim, ia menyampaikan makna tersirat dari Al-Baqarah ayat 30 yang sering kali terlewatkan oleh banyak orang: konsep organisasi.

Menurut Gus Rifqi, ayat tersebut tidak hanya berbicara soal khilafah dalam pengertian kepemimpinan semata, tetapi lebih luas, mencakup manajemen dan struktur organisasi. “Ketika Allah berfirman tentang penciptaan khalifah di bumi, itu adalah bentuk gejala organisasi. Ada perencanaan (planning), pembagian tugas (organizing), dan realisasi (actuating),” jelasnya di gedung PCNU Kabupaten Semarang, Ungaran Barat, Jumat (18/10/2024).

Masa Ta’aruf Anggota Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (Matanajwa) JQH Al-Hasyimi Universitas Wahid Hasyim

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Allah sebagai Sang Pencipta menunjukkan model organisasi yang sempurna. Tugas para malaikat adalah contoh job description dalam kerangka manajerial yang terstruktur. Ini, menurut Gus Rifqi, merupakan bukti bahwa manusia dituntut meneladani bentuk organisasi yang baik, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam administrasi Sang Pencipta, semuanya sudah tertata rapi, dari lauhul mahfuzh hingga catatan amal manusia. Hal ini mengajarkan kita pentingnya tanggung jawab dan transparansi dalam sebuah organisasi,” tambahnya.

Gus Rifqi juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dalam berorganisasi. Menurutnya, selain memiliki rencana yang jelas, seorang pemimpin harus fleksibel dalam menghadapi berbagai tipe kader. “Jangan terlalu kaku. Aturan penting, tetapi fleksibilitas juga diperlukan untuk menjaga kekompakan,” pesannya.

Setelah sesi penyampaian materi, peserta Matanajwa melakukan pemetaan potensi kader. Dalam proses ini, Ketua JQH Al-Hasyimi Unwahas, Shohibul Anwar, memperkenalkan divisi-divisi baru yang akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan mereka, seperti tahfiz, tilawah, kaligrafi, rebana, hingga divisi dakwah yang baru dibentuk.

Baca Juga :  Hadirkan Dua Pemateri, Ratusan Siswa Ikuti Workshop Penulisan Berita dan Reporter di SMP Negeri 1 Krembung

“Tahun ini ada 15 mahasiswa baru yang bergabung di divisi tahfiz. Mereka akan diarahkan untuk berkembang lebih jauh, bahkan ke divisi tilawah,” ujarnya.

Shohibul Anwar menambahkan bahwa sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), JQH Unwahas tetap berada dalam koordinasi kampus, terutama dengan rektor dan wakil rektor bidang kemahasiswaan. “Semoga ke depannya bisa lebih produktif dalam kaderisasi dan berkontribusi lebih banyak bagi kampus,” tutupnya.

Acara yang dihadiri oleh 90 peserta ini menjadi bukti bahwa JQHNU Kota Semarang tidak hanya fokus pada sisi spiritual, tetapi juga memberikan bekal manajemen modern kepada para anggotanya. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab, mereka siap mencetak generasi Qurra’ dan Huffazh yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga terampil dalam memimpin dan berorganisasi. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”
Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh
Biar Nggak Asal Viral, Dosen UNPAM Latih Siswa SMK Puspita Husada Bikin Konten Kreatif dan Positif
Mahasiswa USM Turun ke Jalan, Suarakan Kritik untuk Pemerintah
Dukung SDGs 8 dan 9, Mahasiswa KKNT UPN Veteran Jatim Kenalkan QRIS dan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kalipucang
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:47 WIB

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Camp Qur’an SDIT Mumtaz Rabbani: Saat Anak Dekat dengan Al-Qur’an, Karakter Hebat Pun Tumbuh

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB