Benarkah Elektabilitas Luthfi-Yasin Bisa Meruntuhkan Dominasi Jateng sebagai ‘Kandang Banteng’?

- Penulis

Sabtu, 28 September 2024 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA — Kekuatan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bisa mengancam dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP di Jawa Tengah, yang dikenal lama sebagai kandang banteng.

Hal itu dikatakan peneliti Kanigoro Network, Joko Kanigoro dalam memberikan penilaian terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah 2024 dalam diskusi ‘Membaca Peta Politik Pilgub Jawa Tengah 2024; Seberapa Besar Peluang Masing-masing Paslon?’ di Semarang pada Jumat, 27 September 2024.

“Kalau hingga akhir pilkada trennya Ahmad Luthfi dan Gus Yasin naik, ini menjadi ancaman serius bagi PDIP yang notabene Jateng ini diklaim PDIP sebagai kandang banteng,” kata Joko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Joko juga memaparkan hasil survei terbarunya pada 1-6 September 2024 yang menunjukkan elektabilitas Luthfi-Yasin sebesar 45,2 persen; atau unggul tipis dari pasangan Andika-Hendi di angka 37,7 persen. Masih ada 17,1 persen pemilih yang belum menentukan pilihan.

Dikatakan, survei itu dilakukan secara tatap muka melalui teknik pengambilan simple random sampling pada 1.600 responden yang dijadikan sampel dengan sebaran 35 kabupaten/kota dengan margin kesalahan lebih kurang 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga :  Andika Perkasa-Hendrar Prihadi Dorong Pelebaran Jalan dan Konektivitas Internet Desa untuk Kurangi Kemiskinan di Jawa Tengah

Koalisi Gemuk Paslon Luthfi-Yasin

Seperti diketahui, elektabilitas Luthfi-Yasin lebih unggul karena dipengaruhi dukungan koalisi gemuk serta sosialisasi yang lebih lama dibandingkan dengan Andika-Hendi. Jika tren itu bertahan, kata dia, Luthfi-Yasin menjadi ancaman serius bagi dominasi PDIP di Jateng yang selama ini dikenal sebagai kandang banteng.

Joko menambahkan, jika elektabilitas Luthfi-Yasin konsisten hingga memasuki pemungutan suara, bukan tidak mungkin mereka keluar sebagai pemenang. Meski demikian, dia yakin PDIP juga akan melakukan perlawanan serius dan berusaha mempertahankan kandang banteng.

“Saya kira, kalau konsisten di akhir pemilu ini, prediksi saya kemenangan Luthfi-Yasin sekitar lima persen, tidak lebih dari lima persen. Saya kira kalau untuk menang tebal agak susah, tapi kalau potensi kemenangan ada di Luthfi-Yasin,” katanya.

Koalisi Gemuk Bukan Penentu Kemenangan

Sementara itu, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, M. Kholidul Adib, menilai Luthfi-Yasin unggul di atas kertas karena memiliki dukungan mayoritas partai di kursi parlemen. Dia memprediksi Andika-Hendi, yang hanya didukung PDIP, akan kewalahan.

Namun Adib juga mengatakan, banyaknya dukungan tidak menjadi jaminan menang dalam Pilgub Jateng kali ini. Sebab, ada banyak faktor penentu lainnya dalam kemenangan, seperti aspek figur atau ketokohan, mesin partai yang bekerja hingga tingkat bawah, serta program dan gagasan yang ditawarkan paslon.

Baca Juga :  Astra Motor Weleri Gelar Aksi Donor Darah Sebagai Wujud Peduli Masyarakat

Berdasarkan komposisi pemilih, Adib menilai karakter pemilih di Jateng yang cenderung agamis-religius membuat Luthfi-Yasin diuntungkan. Menurutnya, Gus Yasin, yang selama ini dikenal sebagai representasi kaum santri, bisa mengambil ceruk suara dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Akan tetapi PDIP juga telah mengantisipasinya, yakni dengan memilih adik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yakni Umar Wahid Hasyim sebagai Ketua Tim Pemenangan Andika-Hendi.

Turut berbicara, pengamat politik Unika Soegijapranata Andreas Pandiangan menilai Luthfi-Yasin sedang menghadapi tantangan serius, seiring munculnya berbagai isu dan narasi yang beredar di media sosial. Ia menilai, narasi perang bintang antara ‘Rambo versus Sambo’ bisa mempengaruhi preferensi pemilih di Pilgub Jateng 2024.

“Perang bintang menjadi ‘image negatif’ sebetulnya bagi Luthfi-Yasin. Namun kemudian kenapa kedua pasangan calon ini tidak adu gagasan, ini mungkin menjadi bagian dari strategi untuk meyakinkan pemilih yang mana Jateng tingkat partisipasinya cukup tinggi,” ungkap Andreas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB