Mengenal Tradisi ‘Weh-Wehan’ di Kaliwungu Kendal

- Penulis

Senin, 16 September 2024 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA — “Weh-wehan” adalah tradisi saling berbagi makanan yang dilakukan masyarakat Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini juga bertujuan untuk menunjukkan kemakmuran dan ukhuwah Islamiyah. 

Menurut dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Ibnu Fikri, kata ‘weh-wehan’ berasal dari kosakata Jawa dialeg lokal Kaliwungu, “weh, aweh, weweh”.

Kata ‘Weh-wehan’ artinya, memberi, membagikan, atau menyerahkan sesuatu sebagai ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Fikri juga mengatakan, tradisi ‘weh-wehan’ tidak lepas dari peran para ulama Kaliwungu yang mengajarkan Islam tradisional dengan konsep pemahaman Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

“Masyarakat Islam saat itu memiliki kepatuhan yang sangat tinggi kepada para ulama, sehingga perintah kebaikan yang berasal dari ulama akan bernilai ibadah,” ujarnya, seperti dilansir dari suaramerdeka.com, Minggu (15/9/2024).

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang tradisi Weh-wehan: 
  • Tradisi ini sudah ada sejak zaman dulu. 
  • Makanan yang dibagikan bisa berupa aneka jajanan, sayuran, dan barang-barang yang digantungkan di sepanjang gang. 
  • Pada zaman dulu, barang-barang yang digantungkan berupa hasil bumi seperti terong, kacang panjang, bawang merah, dan cabe. 
  • Seiring dengan perkembangan zaman, barang-barang yang digantungkan diganti dengan berbagai jenis jajanan. 
  • Anak kecil lebih diutamakan untuk mengantarkan makanan kepada tetangga. 
  • Tradisi ini juga menjadi sarana pendidikan untuk mengajarkan rasa cinta Rasul kepada anak, semangat sodaqoh, dan kepedulian sosial. 
  • Tradisi ini juga menjadi identitas khas Kaliwungu yang penting untuk dilestarikan. (Red)
Baca Juga :  "Odyssey" Karya Eddy Sutrisna feat The Rust Horizon: Lagu Sci-Fi yang Mengagumkan

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB