SUARAMUDA.NET, SLEMAN — Mimpi menghadirkan sensasi baru menikmati keindahan Candi Prambanan dari ketinggian kian mendekati kenyataan.
Proses perizinan pembangunan wisata kereta gantung di Kapanewon Prambanan kini sudah menembus sekitar 50 persen dan mendapat sinyal kuat persetujuan dari Kementerian Kebudayaan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memastikan proyek ambisius ini terus dikebut. Ia bahkan turun langsung mengawal proses perizinan dengan mendatangi Kementerian Kebudayaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemenbud sudah menyampaikan boleh. Artinya rencana ini didukung dan Insyaallah bisa dibangun. Memang perizinannya masih berjalan, tapi progresnya cukup baik,” kata Harda saat ditemui di Sambirejo, Prambanan, Jumat (12/12/2025).
Tak hanya itu, Harda juga menyambangi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI demi memastikan seluruh tahapan perizinan berjalan mulus. Nilai investasi proyek ini pun tak main-main, mencapai sekitar Rp200 miliar.
Menurutnya, wisata kereta gantung Prambanan berpotensi menjadi “mesin baru” penggerak ekonomi Sleman, khususnya kawasan Prambanan.
Bahkan, pemerintah pusat disebut mendorong agar proyek ini bisa terintegrasi dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Kami malah disarankan agar kereta gantung ini bisa masuk PSN. Daya ungkit ekonominya besar,” imbuhnya.
Ke depan, wisata ini tak hanya menawarkan wahana, tetapi juga pengalaman visual yang berbeda.
Jalur kereta gantung direncanakan membentang dari Bokoharjo menuju Sambirejo, melintasi perbukitan tebing utara dengan panorama Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko yang bisa dinikmati dari udara.
Untuk merealisasikannya, proyek ini akan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) di Bokoharjo seluas sekitar 7,9 hektare dan TKD Sambirejo sekitar 1 hektare. Lahan tersebut nantinya disewa oleh perusahaan pengembang.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Prambanan tak hanya memesona dari darat, tetapi juga siap memikat wisatawan dari langit. (Red)













Komentar