Urus Problem Air Dunia, Sekjen PBB Tunjuk Menlu Retno Marsudi Sebagai Utusan Khusus

- Penulis

Sabtu, 14 September 2024 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menunjuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ditunjuk menjadi utusan khusus dari organisasi dunia ini. Menteri Retno dipilih menjadi utusan khusus di bidang air, Jumat (13/9/2024).

Dalam rilis resmi PBB, penunjukan itu bertujuan untuk menggalang kemitraan dan upaya bersama guna memajukan agenda air, termasuk menindaklanjuti hasil Konferensi Air Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2023.

Atas penunjukan itu, Retno akan memangku jabatan sebagai Utusan Khusus Bidang Air pada 1 November 2024, usai menyelesaikan tugas pemerintah. Sebagai utusan Khusus, Retno juga dikabarkan akan memanfaatkan hasil konferensi air sebagai persiapan menuju berbagai proses air global, khususnya Konferensi Air PBB 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Retno akan mendukung upaya-upaya untuk memastikan masa depan yang aman bagi semua orang dengan mengadvokasi kerja sama politik, ekonomi, dan sosial-budaya yang lebih kuat di semua tingkatan.

Utusan Khusus juga akan bertugas meningkatkan kerja sama dan sinergi internasional dari berbagai proses air internasional dalam mendukung pencapaian semua tujuan dan sasaran yang terkait dengan air.

Baca Juga :  Urgensi Revitalisasi ASEAN Regional Forum di tengah Tantangan Global

Salah satunya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6 dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Selain itu, Retno akan bertugas sebagai pembela dan advokat tingkat tinggi dalam isu-isu air dan sanitasi, mengangkat isu-isu air sebagai prioritas utama dalam agenda politik di dalam dan di luar PBB, mengumpulkan para pemangku kepentingan dari berbagai kalangan, memperkuat kerja sistem PBB, dan memobilisasi tindakan serta sumber daya keuangan untuk mengatasi krisis air global.

“Mewakili Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam proses air global, Ibu Marsudi juga akan bekerja dengan UN-WATER dan para anggotanya dalam mendukung pelaksanaan Strategi Sistem PBB tentang Air dan Sanitasi di semua tingkatan, sejalan dengan Kerangka Akselerator Global SDG 6,” lanjut rilis PBB.

Pengalaman Diplomasi Retno

Retno memiliki pengalaman dalam diplomasi dengan durasi waktu yang tak tanggung-tanggung. Ia telah berpengalaman menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia pada 2014-2024. Selama bertugas, Retno mengawasi penyelenggaraan Forum Air Dunia ke-10 di Bali 2024, yang menghasilkan Deklarasi Menteri yang disepakati secara konsensual sebagai hasil dari Forum tersebut.

Baca Juga :  Guys! "Pencaplokan" 4 Pulau Aceh oleh Sumatera Utara Berpotensi Munculkan Konflik

Selama menjadi Menlu, Retno berhasil membawa Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 2019-2020, memegang Presidensi G20 pada 2022 hingga menjadi Ketua ASEAN pada 2023.

Pada 2021, saat pandemi Covid-19 menghantam, Retno ditunjuk menjadi Co-Chair COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group. Jabatan ini mendukung partisipasi 92 negara ekonomi menengah ke bawah dan berpendapatan rendah dalam Fasilitas COVAX dan memastikan akses yang adil terhadap vaksin COVID-19.

Dia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belanda pada 2012-2014 serta Duta Besar untuk Islandia dan Norwegia pada 2005-2008. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB