Desa Kayuapak Menuju Desa Inklusif: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Gali Gagasan Inklusivitas

- Penulis

Jumat, 13 September 2024 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Desa Kayuapak Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, menggelar kegiatan bertajuk “Team Building dan Penggalian Gagasan Pengurus Sekolah Lapang Desa Inklusi”, Jumat, 13 September 2024. Kegiatan ini digelar sebagai upaya mewujudkan desa inklusif yang ramah bagi semua kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan dan disabilitas.

Acara ini merupakan kolaborasi antara PC Lakpesdam NU Sukoharjo dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) dalam rangka implementasi Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).

Acara yang dihadiri oleh 50 peserta ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perwakilan Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh perempuan, TP PKK Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, kelompok disabilitas, dan kelompok rentan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Desa Kayuapak mulai pukul 08.00 hingga 14.45 WIB, dan dipimpin oleh Moderator Raha Bistara, Koordinator Tim Teknis.

Mewujudkan Desa Inklusif

Lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi tanda dibukanya acara ini. Kemudian dilanjut dengan sambutan dari Ketua PC Lakpesdam NU Sukoharjo, Muhamad Zainuddin, dan Kepala Desa Kayuapak, Wahyu Jadmiko, SH.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kayuapak, Wahyu Jadmiko menekankan pentingnya kesetaraan bagi semua warga desa tanpa memandang latar belakang, fisik, maupun status sosial.

Ia menyatakan, Desa Kayuapak berkomitmen untuk menjadi desa inklusif yang ramah bagi semua warga. Kami akan memastikan bahwa kelompok rentan dan disabilitas mendapatkan akses yang sama dalam pembangunan dan kehidupan sosial.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Darussalam Mojolaban Nurul Hidayah. Ia menyampaikan tiga poin utama dalam materi yakni pembangunan desa inklusif, pesan cinta damai, dan refleksi serta pengembangan potensi sumber daya manusia.

Baca Juga :  Usai Dinilai Berhasil atasi Stunting Hingga Mendapat Penghargaan dari PBB, Ketua FKUB Kota Semarang Ucapkan Selamat!

Nurul menekankan bahwa inklusivitas bukan hanya sekadar akses fisik, tetapi juga melibatkan perubahan pola pikir masyarakat dalam menerima dan mendukung keberagaman.

“Inklusivitas dimulai dari hati yang terbuka dan kebijakan yang mendukung kesetaraan,” ujar Nurul.

Dok: istimewa

Diskusi Aktif dan Gagasan Inklusif

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis dengan melibatkan enam peserta—tiga perempuan dan tiga laki-laki—yang menyuarakan berbagai pandangan terkait langkah konkret yang dapat diambil untuk mewujudkan desa inklusif.

Salah satu usulan dari anggota TP PKK Desa, Siti, yang mengusulkan program pelatihan keterampilan bagi kelompok perempuan dan disabilitas sebagai upaya pemberdayaan ekonomi. Usulan ini disambut baik oleh Nurul Hidayah, yang menyarankan agar TP PKK menjadi jembatan antara pemerintah desa dan kelompok rentan.

Tokoh masyarakat, Suroto, juga menyampaikan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menghapus stigma terhadap kelompok rentan. Ia mengusulkan agar tokoh masyarakat lebih aktif memberikan edukasi kepada warga melalui forum-forum lokal.

Di akhir sesi, diskusi ditutup dengan kesepakatan bahwa sinergi antar-elemen masyarakat sangat penting dalam mewujudkan desa inklusif. Moderator, Raha Bistara, menekankan bahwa inklusi harus menjadi prioritas dalam setiap perencanaan pembangunan desa dan melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, kelompok masyarakat, dan lembaga non-pemerintah.

Penggalian Gagasan Desa Inklusi

Setelah diskusi, acara dilanjutkan dengan sesi penggalian gagasan terkait implementasi desa inklusif. Beberapa gagasan utama yang muncul antara lain pembangunan infrastruktur ramah disabilitas, pelatihan keterampilan bagi kelompok rentan, partisipasi aktif kelompok disabilitas dalam pengambilan keputusan desa, serta pendirian pusat informasi dan konseling untuk disabilitas.

Baca Juga :  Beri Sambutan Mahasiswa Baru Unimus, Abdul Mu’ti Paparkan Empat Kelompok yang Patut Menjadi Teladan

Kelompok pemuda dan karang taruna juga turut mengusulkan program-program edukasi inklusif dan kegiatan sosial yang melibatkan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas.

Salah satu gagasan menarik yang diusulkan adalah pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang melibatkan disabilitas dan kelompok rentan untuk meningkatkan perekonomian lokal.

Dok: istimewa

Komitmen dan Tindak Lanjut

Acara ini ditutup dengan pembacaan kesimpulan dan rekomendasi oleh Moderator. Beberapa poin penting yang dihasilkan dari acara ini adalah:
1. Pembangunan fasilitas umum yang ramah disabilitas harus menjadi prioritas.
2. Kelompok perempuan, pemuda, dan disabilitas harus terlibat aktif dalam musyawarah desa.
3. Edukasi tentang inklusi dan toleransi harus menjadi bagian dari program desa.
4. Desa perlu mengadakan program pelatihan keterampilan bagi kelompok rentan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.

Kepala Desa Kayuapak, Wahyu Jadmiko, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyusun rencana tindak lanjut berdasarkan hasil penggalian gagasan ini.

“Kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan Desa Kayuapak yang inklusif dan ramah bagi semua warganya,” tegasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Desa Kayuapak semakin dekat dalam mewujudkan cita-cita sebagai desa inklusif, di mana setiap warganya memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kehidupan sosial. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru