Haedar Nashir Raih Penghargaan dari Hospital Management Asia Awards 2024

- Penulis

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menerima Lifetime Achievement Awards dari Hospital Management Asia Awards 2024 pada Kamis (29/8) di Bali Nusa Dua Convention Center.

Saat menerima penghargaan, Haedar Nashir diwakili oleh Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah Agus Samsudin.

Pinky Fadullon selaku Penanggung Jawab Acara HMA Awards menjelaskan bahwa penghargaan bergengsi ini sebagai bentuk apresiasi perilaku baik penyelenggara rumah sakit di Asia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khususnya dalam mendorong inovasi pada bidang kesehatan dan pendidikan kesehatan serta berperan dalam penanganan Covid-19.

Diluncurkan pada tahun 2002, penghargaan ini diselenggarakan bersamaan dengan konferensi tahunan Manajemen Rumah Sakit Asia.

Penghargaan ini juga bertujuan untuk menyoroti proyek-proyek inovatif dan progresif yang dilakukan oleh rumah sakit di seluruh wilayah Asia untuk meningkatkan hasil yang terbaik.

Pinky juga menjelaskan bahwa HMA telah menjadi wadah bagi para pemilik rumah sakit, direktur, dokter, dan pemimpin layanan kesehatan di kawasan Asia untuk mendapatkan inspirasi dan berbagi pengetahuan tentang pemikiran manajemen rumah sakit serta model bisnis yang berkembang dan inovatif.

Baca Juga :  Waisak 2026 Tak Sekadar Ritual, GEMABUDHI Sulsel Tanam 45 Pohon untuk Jaga Bumi

Hadir dalam kegiatan tersebut dari beberapa perwakilan negara diantaranya dari Kamboja, Hong Kong, India, Malaysia, Myanmar, Filipina, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam.

Sebagai informasi, Haedar telah menjadi contoh kepemimpinan paling efektif secara global dalam memitigasi krisis kesehatan dan kebencanaan di dunia.

Pada saat coronavirus 2019 atau Covid-19 menyebar di Indonesia, pada tanggal 2 Maret 2020, Haedar mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk menerima pasien yang terinfeksi virus Covid-19.

Ini menjadi tindakan paling awal dan responsif yang terekam dalam sejarah pandemi Covid-19 hingga krisis ini melandai.

Selain itu, Haedar juga membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) sebagai garda koordinatif untuk melakukan pelayanan penanganan kondisi darurat kesehatan selama masa krisis pandemi.

Baca Juga :  HUT ke-81 RI, Ketua GEMABUDHI Jambi Ajak Generasi Muda Buddhis Perkuat Persatuan

Total bantuan yang telah Muhammadiyah salurkan selama pandemi mencapai lebih dari 1 triliun rupiah, mencakup bantuan mitigasi, pengurusan jenazah korban covid-19, pertolongan terhadap pasien terinfeksi, bantuan makan gratis di sejumlah titik, layanan ambulans, tim relawan, obat-obatan, dan pendampingan sosial-kesehatan lainnya secara luas.

Tidak hanya itu, Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Haedar semakin intensif dan sistematis melibatkan diri dalam penanganan dan penanggulangan kebencanaan di tingkat lokal, nasional, dan global.

Menurut Haedar, kebencanaan telah menjadi masalah krusial sebab telah menyebabkan keterancaman nyawa pada bayi, anak-anak, perempuan, lansia, dan kelompok-kelompok rentan.

Tingkat kematian akibat bencana, pandemi, dan konflik, bagi Haedar harus diatasi dengan tindakan nyata yang terorganisir dan berkesinambungan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB