Akankah Paetongtarn Shinawatra Bakal Jadi Perdana Menteri Thailand yang Baru?

- Penulis

Jumat, 16 Agustus 2024 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Partai Pheu Thai Thailand yang berkuasa memilih anak mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, Paetongtarn Shinawatra, sebagai kandidat pengganti PM Srettha Thavisin yang baru dipecat.

Paetongtarn merupakan putri bungsu Thaksin yang kini berusia 37 tahun. Dia menjabat sebagai Ketua Umum Pheu Thai sekaligus pebisnis. Selama ini, Paetongtarn terkenal sebagai politikus liberal yang mendukung hak LGBT.

“Kami memutuskan untuk mencalonkan Paetongtarn Shinawatra,” kata Sekjen Pheu Thai, Sorawong Thienthong, dalam konferensi pers di Bangkok pada Kamis (15/8/2024) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parlemen Thailand akan menggelar pemungutan suara pada Jumat besok (16/8/2024) untuk memilih setuju atau tidak Paetongtarn dipilih sebagai PM pengganti Srettha.

Baca Juga :  Bukan Kaesang, Akhirnya Partai Gerindra Usung Gus Yasin Jadi Pendamping Luthfi di Pilgub Jateng 2024

Srettha dipecat dari jabatan PM oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Thailand karena terbukti melanggar etik, usai menunjuk seorang menteri eks narapidana dalam kabinetnya.

Lima dari empat hakim sepakat bahwa Srettha diberhentikan karena tidak jujur.

Para hakim MK menyebut Srettha telah melanggar etik karena mengangkat menteri yang merupakan mantan narapidana. Menurut MK, perbuatan Srettha itu “sangat melanggar standar etika.”

Hakim MK Punya Udchachon mengatakan Srettha tahu bahwa Pichit Chuenban pernah divonis pada 2008 ketika ia mengangkatnya sebagai menteri.

Namun, Srettha mengesampingkan rekam jejak Pichit dan tetap memasukkannya dalam kabinet pemerintahan.

Baca Juga :  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Bakal Beri Sambutan di Unwahas

Pichit Chuenban adalah pengacara yang akrab dengan keluarga eks PM Thaksin Shinawatra. Dia ditunjuk sebagai Menteri Kantor PM dalam reshuffle kabinet pada April lalu.

Pichit pernah dipenjara enam bulan pada 2008 karena kasus korupsi.

Merespons pemecatan ini, Srettha mengatakan bahwa dirinya menghormati putusan MK Thailand. Dia menegaskan selama memimpin Negeri Gajah Putih, ia selalu berusaha berlaku jujur.

“Saya menghormati putusan itu. Saya menegaskan kembali bahwa selama hampir satu tahun saya berada dalam peran ini, saya telah mencoba dengan niat baik untuk memimpin negara dengan kejujuran,” kata Srettha, seperti dikutip AFP. (Red)

Sumber: cnn indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB