Jelang Pilkada, Lesbumi Kendal Bahas ‘Pulung’ dan Kekuasaan

- Penulis

Kamis, 8 Agustus 2024 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kesbangpol Kendal Alfebian Yulando Saat Buka Diskusi Budaya Lesbumi Kendal

Kepala Kesbangpol Kendal Alfebian Yulando Saat Buka Diskusi Budaya Lesbumi Kendal

SUARAMUDA – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang sebentar lagi akan digelar, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal menggelar diskusi budaya yang mengusung tema ‘Pulung dan Kekuasaan dalam Perspektif Demokrasi’, bertempat di Gedung Abdi Praja Kendal, Rabu, (7/8/2024).

Pulung merupakan bagian dari budaya Jawa, sebutan pulung ini mengacu tentang keberuntungan yang diterima oleh seseorang, menyangkut kedudukan, kekuasaan atau derajat kepemimpinan terlebih ketika setiap akan ada acara pemilihan baik itu Pilkades, Pilbup, Pilgub maupun Pemilu pasti kata pulung akan muncul ke publik.

Ketua Lesbumi PCNU Kendal KH Muslichin mengatakan pulung itu ndaru cokroningkra, sebuah sinar cahaya yang bisa berwarna tembaga, biru yang masuk kerumah seseorang yang terpilih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cahaya itu masuk ke rumah seseorang terpilih dan ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Dan pulung ini dalam budaya masyarakat kita, sudah biasa muncul ketika ada kontestasi pemilihan pemimpin. Seperti dulu ketika sosok Soeharto pertama kali terpilih jadi Presiden, orangtua saya bercerita bahwa saat itu langit memerah dan ada sinar cahaya menuju barat dan ternyata Soeharto yang mendapatkan pulung itu,” ucap Kiai Muslichin.

Orang yang mendapatkan pulung, itu ada yang dengan sendirinya tapi juga ada yang dengan upaya lainnya. Tema ini sangat kontradiktif, antara pulung yang sangat religius dan mistis dengan demokrasi. Untuk itulah kami menghadirkan para tokoh yang berkelas untuk membahas ini, lanjut guru SMA N 2 Kendal ini.

Baca Juga :  Demokrasi, NU dan Tantangan Netralitas dalam Pilgub Jateng 2024

Dalam acara yang bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal ini menghadirkan 4 narasumber dengan background yang berbeda-beda.

Ketua Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kendal KH Abdul Rochim, pengasuh pesantren Az Zahra 2 Pegandon Gus Ulul Albab, Ketua Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor Kendal Gus Muhammad Ilyas dan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kendal Kang Misbahul Munir.

Kiai Rochim yang juga pengasuh pesantren Hidayatul Mubtadi’in Patebon ini dalam pemaparannya mengatakan pulung dalam kacamata Islam itu Fadhlan minallahi ta’ala wa ni’mah. Kemurahan dan kenikmatan dari Allah.

“Pulung itu sebenarnya bisa dicari kapapun dan dimanapun tidak hanya menjelang Pilkada. Untuk menjadi orang baik dan dicintai oleh masyarakat itu bisa dilaksanakan setiap saat, bahkan jika ingin dicintai oleh penduduk langit dan bumi ya dimulai dari sekarang nanti insya Allah pulung akan datang,” ucap Ketua RMI PCNU Kendal ini.

Orang yang mencari pulung itu juga sebenarnya sedang mencari anugerah dari Allah Swt, orang yang mendapat pulung jika bisa melakukannya akan mendapatkan nikmat sedang yang tidak bisa itu adalah ujian dan cobaan, lanjutnya.

Baca Juga :  Gus Yasin Diusulkan Jadi Ketua Umum PPP, Didukung Masyayikh Jateng

Gus Ulul Albab menambahkan pulung sekarang mengalami purifikasi, kini hanya dimaknai cahaya yang bersinar.

“Kalau hanya dimaknai cahaya, sumber dari cahaya ya PLN, bukan itu yang dimaksud inti dari pulung. Pulung itu bagaimana orang membaca ikhtiar, membaca qadha dan mengejawantahkan menjadi takdir. Pulung disetiap daerah itu punya khasanahnya sendiri-sendiri,” paparnya.

Ketua PC GP Ansor Kendal Misbahul Munir mengatakan seseorang yang kemungkinan akan dijadikan pemimpin itu ditengah masyarakat itu namanya pulung.

“Namun para sesepuh menterjemahkan pulung itu seberkas sinar berwarna kebiru-biruan yang masuk ke rumah itu yang akan jadi pemimpin. Tidak semua orang itu bisa melihat tanda-tanda alam tersebut, orang sekarang saja itu merasakan angin itu datang dari arah mana sudah susah di jaman ini,” kata Kang Misbah sapaan akrabnya.

Kepala Kesbangpol Kendal Alfebian Yulando mengucapkan terima kasih kepada rekan Lesbumi Kendal yang telah menjaga iklim kabupaten Kendal tetap kondusif. Berbeda pendapat itu sah saja, apalagi jika perbedaan itu menjadi bahan diskusi dalam suatu ruangan bersama.(Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru