Kenapa Mata Uang Rupiah Terus Melemah? Ini 3 Alasan Utamanya!

- Penulis

Jumat, 28 Juni 2024 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Nilai tukar rupiah berhasil lolos dari tekanan pelemahan ketika sentimen pasar memburuk. Pada penutupan pasar spot Kamis (27/6/2024) kemarin, rupiah berhasil mengakhiri hari dengan penguatan tipis 0,05% ke level Rp16.405/US$.

Dikutip dari laman Bloomberg Technoz (27/6/2024) penguatan tipis rupiah di ujung hari bursa, tidak sendirian.

Mayoritas mata uang Asia yang awalnya tertekan penguatan dolar AS, berhasil menggeser pendulum dan mengakhiri perdagangan dengan lebih kuat.

Dilansir dari detikfinance (19/4/2024), penyebab pertama rupiah melemah karena terkena dampak eksternal, yaitu inflasi di AS yang belum menurun. Inflasi AS semakin meningkat hingga 3,48%.

The Fed juga tidak menurunkan suku bunganya. Mulanya pada kuartal dua atau tiga akan menurunkan suku bunga.

Penyebab selanjutnya karena turunnya surplus neraca perdagangan Indonesia. Menurut Tauhid Ahmad, saat ini Indonesia memiliki komposisi impor yang cukup tinggi. Hal tersebut tentunya akan merugikan negara karena nilai tukar rupiah terhadap dolar sedang melemah.

Baca Juga :  Guys! Jangan Lewatkan Bedah Buku "Filsafat Dekonstruksi" Bersama Para Pakar

Penyebab ketiga adalah intervensi yang dilakukan Bank Indonesia tidak cukup mampu untuk menahan tingginya pergerakan dolar AS. BI pun disarankan melakukan intervensi yang lebih gencar lagi.

Menguatnya dolar AS terhadap nilai rupiah berdampak pada para pelaku bisnis yang bertumpu pada kegiatan impor. Industri yang memerlukan bahan baku usahanya dari impor tentu membutuhkan dana yang besar untuk biaya produksi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB