SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Hubungan ekonomi Indonesia dan China makin “mesra”. Tak hanya investasi yang terus mengalir, nilai perdagangan kedua negara juga diprediksi menembus angka fantastis, yakni sekitar 200 miliar dollar AS atau setara Rp3.600 triliun hingga akhir 2026.
Optimisme itu muncul setelah nilai perdagangan Indonesia-China mencapai sekitar 101 miliar dollar AS hanya dalam enam bulan pertama tahun ini.
Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, mengatakan China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai perbandingan, nilai perdagangan Indonesia dengan China pada 2025 mencapai sekitar 168 miliar dollar AS. Angka tersebut jauh melampaui perdagangan Indonesia dengan seluruh negara Uni Eropa maupun Amerika Serikat.
Tak hanya perdagangan, arus investasi dari Hong Kong dan China juga terus meningkat.
Hingga semester pertama 2026, investasi gabungan dari Hong Kong dan China ke Indonesia mencapai sekitar 10 miliar dollar AS. Jika digabungkan, kontribusinya menjadi yang terbesar dibandingkan negara lain.
Menurut Djauhari, tingginya minat investor dipengaruhi oleh semakin kondusifnya iklim investasi di Indonesia.
Di sisi lain, kerja sama ekonomi kedua negara juga semakin memudahkan aktivitas masyarakat.
Sejak Mei 2026, QRIS resmi dapat digunakan di seluruh wilayah daratan China. Artinya, wisatawan maupun pebisnis asal Indonesia kini bisa bertransaksi cukup menggunakan aplikasi pembayaran dari Indonesia tanpa harus membawa uang tunai.
Tak hanya itu, transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) antara rupiah dan yuan juga melonjak lebih dari 200 persen sepanjang Januari-Juni 2026.
Perkembangan ini dinilai menjadi sinyal bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan China tidak hanya semakin besar dari sisi nilai perdagangan, tetapi juga semakin terintegrasi dalam sistem pembayaran dan investasi. (Red)













Komentar