SUARAMUDA.NET, KEBUMEN — Bulan Juni memiliki makna historis yang sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia sebagai Bulan Lahir Pancasila. Hal ini menjadi momentum yang mengingatkan seluruh elemen bangsa terhadap proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
Momentum tersebut dinilai perlu terus dimaknai secara substantif dengan memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota MPR RI Amelia Anggraini mendorong agar momentum Bulan Lahir Pancasila dijadikan sarana untuk memperkuat kembali pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keempat pilar tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah perubahan sosial, politik, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau simbol melainkan hadir dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari. Karena itu, Bulan Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat kebangsaan sekaligus memahami bahwa Pancasila memiliki keterkaitan yang erat dengan konstitusi, keutuhan NKRI, serta penghormatan terhadap keberagaman melalui Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Amelia di hadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Kebumen, 22 Juni 2026.
Amelia menilai penguatan Empat Pilar Kebangsaan semakin penting di tengah munculnya berbagai tantangan yang dapat menguji persatuan bangsa. Perkembangan media sosial dan teknologi digital, misalnya, memberikan ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi.
Namun, pada saat yang sama, ruang digital juga dapat menjadi tempat berkembangnya hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, serta berbagai narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Untuk itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam membangun budaya digital yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurut Amelia, Pancasila harus menjadi energi dalam membangun kehidupan demokrasi yang berkeadaban. Nilai-nilai musyawarah, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, keadilan, serta penghargaan terhadap hak dan kewajiban warga negara merupakan bagian penting dari pengamalan Pancasila.
Dalam konteks tersebut, UUD NRI Tahun 1945 menjadi landasan konstitusional yang memastikan penyelenggaraan kehidupan bernegara berjalan berdasarkan hukum dan prinsip demokrasi, sementara NKRI menjadi rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga negara.
Amelia menekankan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dirawat dalam kehidupan masyarakat. Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keragaman suku, agama, budaya, bahasa, serta latar belakang sosial.
Keragaman tersebut kata Amelia, bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan besar yang harus dikelola melalui semangat persatuan.
“Perbedaan adalah kenyataan bangsa Indonesia. Tugas kita bukan menghilangkan perbedaan, tetapi menjadikannya kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” katanya.
Lebih lanjut, Amelia mengajak generasi muda untuk menjadi aktor utama dalam menghidupkan kembali nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Generasi muda memiliki posisi strategis karena mereka merupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Penguatan karakter kebangsaan, literasi digital, toleransi, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dinilai perlu terus ditanamkan agar kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan identitas dan karakter bangsa.
Amelia berharap momentum Bulan Lahir Pancasila pada Juni tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kesadaran kebangsaan.
Menurutnya, ketika Pancasila diamalkan, konstitusi dijunjung, NKRI dijaga, dan keberagaman dirawat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, maka Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya menjadi konsep kenegaraan, tetapi menjadi nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat.
“Mari jadikan Juni sebagai momentum untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan. Pancasila harus terus hidup dalam tindakan kita, karena masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh seberapa kuat kita menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan,” tutup Amelia. (Red)













Komentar