SUARAMUDA.NET, TASIKMALAYA — Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SD Negeri Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Salah seorang siswanya, Nadyne Az Zahra Setiawan, berhasil meraih skor sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, capaian yang menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menunjukkan kuatnya budaya literasi di lingkungan pendidikan tersebut.
Keberhasilan itu menjadi perhatian tersendiri di tengah hasil TKA tingkat nasional yang menunjukkan kemampuan literasi peserta didik masih lebih baik dibandingkan numerasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat rata-rata capaian Bahasa Indonesia pada jenjang SD/MI sederajat mencapai 60,14, sedangkan Matematika berada pada angka 43,41.
Selain Nadyne, sejumlah siswa SDN Ciawi juga mencatatkan hasil yang menggembirakan. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Mega Maulyd Fatidatul Ulla memperoleh skor 93,33 dan Arfan Fattar meraih skor 90.
Adapun pada mata pelajaran Matematika, capaian tertinggi diraih Mega Maulyd Fatidatul Ulla dan Dikka Farhan Y dengan skor 76,67. Sementara Keiysa Faida mencatat skor 73,33.
Kepala SDN Ciawi, Oo Komariah, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih para peserta didik. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran yang berlangsung secara konsisten serta dukungan berbagai pihak.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah. Anak-anak menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui proses belajar yang tekun dan berkelanjutan. Mereka tidak hanya belajar dari guru di kelas, tetapi juga memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun budaya belajar yang positif.
Guru kelas VI SDN Ciawi, Imas Herawati, mengatakan hasil yang diraih para siswanya merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi selama menjalani pendidikan di sekolah dasar.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini menjadi hadiah yang membahagiakan di akhir proses pembelajaran kelas VI. Selain nilai TKA yang baik, tingkat kelulusan siswa tahun ini juga mencapai 100 persen,” katanya.
Menurut Imas, dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan peserta didik menghadapi berbagai agenda akademik di penghujung tahun pelajaran. Sinergi antara sekolah dan keluarga dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak.
Ia mengakui pelaksanaan TKA sebagai instrumen evaluasi baru memerlukan kesiapan yang matang, baik dari sisi siswa maupun pendidik.
Karena itu, sekolah berupaya memberikan pendampingan, bimbingan belajar, serta motivasi agar peserta didik mampu menghadapi asesmen dengan percaya diri.
“TKA memang bukan penentu kelulusan, tetapi tetap membutuhkan persiapan yang serius. Kami berusaha memberikan strategi pembelajaran yang tepat agar siswa dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Imas.
Secara nasional, Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA tidak digunakan untuk menentukan kelulusan maupun sekadar mengurutkan peserta didik berdasarkan nilai.
Asesmen tersebut bertujuan memperoleh gambaran kemampuan akademik siswa secara terstandar sekaligus menjadi instrumen pemetaan mutu pendidikan.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen,Toni Toharudin, sebagaimana dilansir dari laman Kemendikdasmen, Minggu (31/5/2026), menyebut TKA menghasilkan basis data pendidikan yang sangat penting bagi penyusunan kebijakan pendidikan nasional.
“TKA menghasilkan pemetaan mutu pendidikan yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih presisi dan berbasis data. Dengan demikian, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah yang memerlukan perhatian lebih serta memastikan kebijakan yang dibuat sesuai kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, SDN Ciawi menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik mampu menghasilkan prestasi akademik yang membanggakan.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan saat ini, keberhasilan siswa meraih skor sempurna menjadi bukti bahwa budaya literasi yang kuat masih dapat tumbuh dan berkembang di sekolah-sekolah daerah. (Ade Dedi)













Komentar