Iran Siap Buka Front Perang Baru, Jika AS-Israel Ngeyel Ajak Perang

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran umumkan sudah kendalikan penuh Selat Hormuz ketika saat situasi sudah di ambang perang dengan AS. Foto/Iranian Army Office

Iran umumkan sudah kendalikan penuh Selat Hormuz ketika saat situasi sudah di ambang perang dengan AS. Foto/Iranian Army Office

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Militer Iran memberi sinyal keras kepada Amerika Serikat dan Israel dengan menegaskan bahwa Teheran siap membuka “front perang baru” jika kembali mendapat serangan atau tekanan militer.

Peringatan itu disampaikan juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, dalam sebuah pertemuan publik di Lapangan Valiasr, Teheran.

Menurut Akraminia, Iran tidak akan tinggal diam apabila musuh kembali melakukan agresi dan mengikuti “jebakan Zionis” yang disebutnya mengancam stabilitas kawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Republik Islam Iran tidak dapat diblokade atau dikalahkan,” tegas Akraminia.

Ia bahkan menyebut Iran telah menyiapkan strategi baru dengan metode dan alat tempur berbeda untuk menghadapi kemungkinan invasi atau eskalasi konflik jilid kedua.

Baca Juga :  Lawan Hegemoni Dolar, Indonesia & China Gaspol Uji Coba QRIS Lintas Negara

1. Iran Ancam Buka Front Perang Baru

Dalam pernyataannya, Iran menegaskan siap memperluas arena konflik jika kembali diserang. Langkah ini dinilai sebagai pesan langsung kepada AS dan Israel bahwa Teheran masih memiliki kemampuan militer dan jaringan strategis di kawasan.

Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa Iran ingin meningkatkan efek gentar terhadap lawan-lawannya, terutama di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang terus memanas.

2. Gencatan Senjata Dianggap Seperti Masa Perang

Iran ternyata tidak benar-benar santai selama masa gencatan senjata. Akraminia mengatakan Angkatan Bersenjata Iran justru menggunakan periode itu untuk memperkuat kekuatan tempur dan meningkatkan kesiapan militer.

Artinya, Teheran menganggap jeda konflik bukan sebagai masa damai, melainkan kesempatan untuk melakukan konsolidasi pertahanan.

Baca Juga :  Persaingan LNG Memanas di Asia: Rusia Siap 'Perang Harga' Hadapi Amerika di Pasar India dan China

Langkah ini memperlihatkan bahwa Iran masih sangat waspada terhadap potensi serangan mendadak dari pihak luar.

3. Iran Klaim Kuasai Selat Hormuz

Iran juga menegaskan bahwa mereka memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Akraminia mengatakan situasi di Selat Hormuz “tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya”, sebuah pernyataan yang memicu perhatian internasional karena kawasan itu sangat vital bagi perdagangan energi global.

Menurut Iran, satu-satunya jalan untuk menghindari konflik adalah dengan menghormati hak-hak Republik Islam Iran.

Ketegangan terbaru ini diperkirakan bakal kembali memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi perang terbuka di Timur Tengah, terutama jika rivalitas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel semakin memanas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB