Rusia-Indonesia Perkuat Kerja Sama Transportasi: Lalu Lintas Udara ke Bali Melonjak 4 Kali Lipat

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Hubungan transportasi bilateral antara Rusia dan Indonesia memasuki fase pertumbuhan signifikan, menyusul pertemuan antara Menteri Transportasi Federasi Rusia, A.S. Nikitin, dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Republik Indonesia, A.H. Yudoyono, di Moskwa.

Pertemuan tersebut membahas lonjakan tajam arus penumpang udara, kargo, serta potensi besar di sektor maritim dan perkeretaapian.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri mencatat pertumbuhan yang pesat pada sektor penerbangan antara kedua negara. Sejak tahun 2024, maskapai telah mengoperasikan penerbangan reguler tiga kali seminggu ke Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini berbuah manis pada 2025, di mana lalu lintas penumpang pada rute Moskwa–Denpasar melonjak hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka nyaris 92.000 orang.

Tren positif ini terus berlanjut pada 2026. Hanya dalam empat bulan pertama tahun ini, lebih dari 33.000 penumpang telah diangkut. Sementara itu, arus kargo udara juga meningkat pesat, hampir empat kali lipat menjadi 207.000 ton.

Baca Juga :  Akhirnya Perang Kamboja vs Thailand Berakhir, Diplomasi Jadi Solusi?

Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya hubungan ekonomi dan pariwisata antara kedua negara, dengan Bali sebagai magnet utama bagi wisatawan Rusia.

Selain sektor udara, angkutan laut juga menunjukkan prospek yang sangat cerah. Pada kuartal pertama 2026, volume angkutan laut antara kedua negara melampaui 3 juta ton, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya sekitar 2 juta ton. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan bilateral.

Yang menarik, pengembangan angkutan kontainer melalui pelabuhan-pelabuhan Rusia juga berjalan pesat. Sepanjang tahun 2025, volume kontainer yang diangkut mencapai 1.199 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units).

Angka ini mengindikasikan semakin matangnya rantai pasok dan logistik antara kedua negara, terutama untuk komoditas bernilai tambah.

Dalam kesempatan itu, pihak Rusia mengajukan sejumlah inisiatif strategis. Pertama, Rusia mengusulkan penandatanganan Perjanjian Pendelegasian Wewenang untuk Inspeksi Kapal.

Langkah ini akan memungkinkan badan klasifikasi Rusia untuk melakukan sertifikasi dan inspeksi kapal-kapal yang beroperasi di bawah yurisdiksi Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan standar keselamatan.

Baca Juga :  Kejam! RS Indonesia di Gaza Tutup, Gegara Jadi Target Serangan Israel

Kedua, perusahaan-perusahaan Rusia menyatakan kesiapan mereka untuk ambil bagian dalam program modernisasi infrastruktur transportasi Indonesia yang ambisius.

Fokus utama ditawarkan pada proyek-proyek perkeretaapian, termasuk pembangunan jalur kereta baru serta elektrifikasi jalur yang sudah ada.

“Kami berharap dapat melanjutkan kerja sistematis dan lebih memperkuat hubungan persahabatan antara negara kita,” ujar Menteri Nikitin dalam pernyataan resminya.

“Potensi kerja sama di bidang perkeretaapian, pelabuhan, dan digitalisasi logistik sangat besar dan saling menguntungkan.”

Pernyataan optimistis ini disambut baik oleh pihak Indonesia. Menteri Yudoyono menekankan bahwa peningkatan konektivitas merupakan prioritas nasional, dan tawaran dari mitra Rusia datang pada saat yang tepat.

Kerja sama ini tidak hanya diharapkan dapat menekan biaya logistik, tetapi juga membuka akses pasar bagi produk-produk unggulan kedua negara.

Dengan lonjakan berbagai indikator transportasi ini, hubungan Rusia-Indonesia di sektor infrastruktur diprediksi akan terus mengalami penguatan signifikan sepanjang tahun 2026 dan seterusnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB