Galak! Menkeu Purbaya Semprot Bank Dunia Soal Proyeksi Ekonomi RI

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keungan Purbaya Yudhi Sadewa (gambar: Antara, CNN Indonesia)

Menteri Keungan Purbaya Yudhi Sadewa (gambar: Antara, CNN Indonesia)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Suasana memanas! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak tinggal diam usai World Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026.

Dengan nada tegas dan tanpa basa-basi, Purbaya menyebut hitungan lembaga global itu sebagai “kesalahan besar”—bahkan menyentilnya sebagai “dosa besar” yang bisa bikin suasana ekonomi dalam negeri jadi ikut keruh!

“Seolah-olah Indonesia ini mau masuk fase resesi!” sindirnya usai Sidang Debottlenecking di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyeksi Turun, Pemerintah Naik Pitam

Pemangkasan dari 4,8% ke 4,7% mungkin terlihat tipis. Tapi jangan salah—bagi pemerintah, ini bukan sekadar angka.

Baca Juga :  Soal TNI Ngajar di Sekolah Perbatasan, Mendikdasmen: TNI Tidak Menduduki Jabatan Sipil Sebagai Pengajar

Menurut Purbaya, langkah World Bank justru bisa memicu sentimen negatif, bikin investor was-was, dan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Bahkan, ia secara blak-blakan menyatakan: “Saya tunggu permintaan maaf mereka!”

Purbaya menilai, prediksi pesimistis itu terlalu bergantung pada lonjakan harga minyak global. Padahal, menurutnya, kondisi terbaru justru menunjukkan tren pemulihan.

“Kalau harga minyak turun lagi dalam sebulan, mereka pasti revisi!” ujarnya optimistis.

Bayang-bayang Risiko di Era Prabowo Subianto

Dalam laporan bertajuk East Asia and Pacific Economic Update April 2026, World Bank memang menyoroti sejumlah ancaman serius:

  • Ketergantungan Indonesia pada harga komoditas global.
  • Risiko kebijakan fiskal & moneter ke depan.
  • Tantangan ekonomi di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto
Baca Juga :  GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Kini, meski dihantam prediksi miring, Purbaya memastikan pemerintah tetap fokus menjaga momentum: program ekonomi terus jalan, sistem keuangan dijaga solid serta iklim investasi terus diperbaiki.

Ini bukan sekadar beda hitungan—ini perang narasi ekonomi! Pemerintah pede ekonomi RI tetap ngebut, sementara World Bank justru kasih alarm waspada.

Pertanyaannya: siapa yang bakal terbukti benar? Kita tunggu babak selanjutnya! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB