Abie Soe Rilis Single Religi ‘Kepasrahanku Tuhan’, Curahan Hati di Sepertiga Malam

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Penyanyi Abie Soe resmi merilis single perdananya yang berjudul Kepasrahanku Tuhan. Lagu ini menjadi langkah awal Abie Soe memperkenalkan karya musiknya kepada publik dengan nuansa religi yang sarat makna.

Pemilik nama lengkap Soeprahono Abie ini lahir di Surabaya, besar di Mojokerto, dan sejak remaja menetap di Jakarta. Meski baru merilis single secara resmi, Abie Soe mengaku sudah cukup lama berkecimpung di dunia tarik suara.

Ia mulai tampil di panggung sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, sementara aktivitas bernyanyi secara reguler ia jalani sejak tahun 2012.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Abie Soe, bernyanyi bukan sekadar hobi, melainkan dunia yang membuatnya merasa hidup. Ia menggambarkan kecintaannya terhadap musik seperti karakter yang memiliki dunianya sendiri.

“Jika Puch-kun punya dunia boneka orang utan, atau Maya Kitajima yang hidup di dunia panggung, maka dunia saya adalah bernyanyi. Karena memang menyenangkan,” ungkapnya.

Dalam bermusik, Abie Soe banyak terpengaruh oleh penyanyi legendaris seperti Frank Sinatra dan Michael Bublé. Kedua musisi tersebut memberi warna pada karakter vokalnya yang memadukan pop, RnB, serta sentuhan semi klasik ala Josh Groban.

Baca Juga :  Mengenal Patriot Bond yang Diluncurkan Pemerintah

Seiring waktu, Abie Soe juga semakin menikmati proses menulis lagu. Ia menyalurkan cerita dan pemikirannya melalui lirik-lirik yang dibuatnya sendiri. Menurutnya, musik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan pesan dan refleksi kehidupan.

Single Kepasrahanku Tuhan sendiri lahir dari momen yang cukup personal. Awalnya, Abie Soe berencana merilis lagu bernuansa oriental untuk perayaan Imlek 2026.

Namun secara tak terduga, ide lagu religi ini muncul di suatu malam. Ia kemudian menuliskan lirik sekaligus membuat komposisi kasar hingga menjelang pagi.

“Verse pertama di lagu ini benar-benar kejadian nyata saat saya menulisnya di sepertiga malam. Lagu ini tentang kepasrahan saya pada ketetapan Tuhan,” jelasnya.

Setelah berdiskusi dengan tim kecilnya, Abie Soe akhirnya memutuskan merilis lagu tersebut pada Januari 2026 sebagai karya yang juga menyambut bulan Ramadan.

Ia berharap lagu ini bisa menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, manusia sering kali terlalu keras melawan arus takdir.

Baca Juga :  "Nampu Klayar", Kisah Cinta yang Tersampaikan Melalui Kolaborasi Chelsya Reta dan Sweetydays

Menurutnya, pesan utama dalam lagu tersebut adalah tentang proses menerima rencana Tuhan. “Kadang kita terlalu sibuk menghitung dan melawan keadaan, sampai akhirnya sadar bahwa rencana kita sebenarnya berjalan berdampingan dengan rencana Tuhan,” katanya.

Sebagai musisi indie yang tidak berada di bawah naungan label, Abie Soe mengaku harus bekerja lebih mandiri dalam mempromosikan karyanya.

Ia memanfaatkan berbagai platform media sosial serta jaringan media yang memungkinkan agar lagu ini bisa menjangkau lebih banyak pendengar.

Ke depan, Abie Soe juga sudah menyiapkan beberapa karya baru dengan tema yang memberdayakan pendengarnya. Salah satunya lagu bernuansa EDM berjudul Pushing Me to the Light serta lagu bertema kekuatan diri bertajuk Tears of Strength. Sebagian besar karya tersebut ia tulis bersama partnernya, Dewi An.

Melalui karya-karyanya, Abie Soe berharap bisa menghadirkan lagu-lagu dengan pesan positif seperti yang banyak hadir di era 90-an. Baginya, musik tidak harus selalu tentang patah hati, tetapi juga bisa menjadi sumber kekuatan bagi orang yang mendengarnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB