Mengenal Arisan: Tradisi Sosial yang Sarat Makna

- Penulis

Jumat, 11 Juli 2025 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Arisan warga Perumahan Korpri, RT 03 RW 12  Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. (dok. istimewa)

POV: Arisan warga Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. (dok. istimewa)

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Arisan merupakan salah satu tradisi sosial yang telah lama melekat dalam budaya masyarakat Indonesia.

Pada dasarnya, arisan adalah kegiatan mengumpulkan sejumlah uang atau barang dari anggota kelompok dalam periode waktu tertentu, kemudian hasil kumpulan tersebut diundi dan diberikan kepada salah satu anggota.

Kegiatan ini dilakukan secara bergilir hingga semua anggota memperoleh giliran. Meskipun sederhana, arisan bukan sekadar soal uang, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial di antara pesertanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, arisan biasanya diadakan secara rutin, baik mingguan, bulanan, atau sesuai kesepakatan. Pesertanya pun bisa terdiri dari keluarga, tetangga, rekan kerja, atau teman-teman dekat.

Selain menjadi cara untuk menabung secara kolektif, arisan juga sering dimanfaatkan sebagai ajang bersilaturahmi dan berbagi cerita antaranggota.

Studi Kasus di Perumahan Korpri, Sukoharjo

Ambil contoh, arisan di lingkungan Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, sehingga turut memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas.

Baca Juga :  Mendaki Gunung: Berpegang Prinsip 'Leave No Trace' Sebagai Tanggung Jawab Kita pada Alam
POV: Arisan warga Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. (dok. istimewa)

Bertempat di kediaman alm Kasino, Blok I Nomor 4 Kelurahan Gayamsari, arisan sebagai ajang kebersamaan lintas agama, hingga status sosial berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025 lalu.

Dibuka oleh pemandu acara (MC), acara diawali dengan sambutan-sambutan, mulai dari shohibul bait, sambutan pengurus RT sebagai tangan panjang pemerintah di akar rumput, hingga santap bersama hidangan yang disuguhkan tuan rumah.

“Matur nuwun atas kerawuhan panjenengan sedoyo, lan nyuwun ngapunten mbok menawi papan panggonan ipun entene namung kados mekatene mawon (terima Kasih atas kehadirannya,, dan mohon maaf, tempatnya seadannya saja) “ujar Kemi, mewakili tuan rumah kepada anggota arisan yang hadir.

Meski sederhana, para anggota cukup menikmati sajian yang diberikan tuan rumah. Terlebih, esensi arisan adalah membangun kebersamaan serta mempraktikkan gotong-royong sebagai identitas bangsa kita. Bukan suguhan makan-makan.

Arisan juga ajang penyampaian informasi kepada lapisan masyarakat. Dari kegiatan arisan dan kumpul-kumpul itulah, beragam gagasan muncul dari arus bawah. Dari komunitas masyarakat di level paling bawah.

Baca Juga :  Styling Anti Ribet, Ibu-Ibu Kandangrejo Belajar Fashion & Mix & Match di Sekolah Perempuan Plus 2025

Perkuat Tali Silaturahmi

Mereka bisa menyuarakan ide, ‘uneg-uneg’, dan aspirasi masing-masing, hingga menggelorakan beragam kegiatan seperti agenda semarak HUT Sukoharjo, HUT RI, dan lainnya.

Secara prinsip dasar, esensi arisan tetaplah sama, yaitu semangat gotong royong dan kebersamaan. Di dalamnya berisi sharing informasi, jalinan komunikasi antaranggota, hingga yang jauh lebih penting: saling mempererat tali silaturahmi.

Soal besaran uang arisan hanyalah sarana, yang sifatnya mengikat dan menjadi daya tarik. Dengan segala manfaatnya, arisan tetap relevan sebagai salah satu bentuk solidaritas masyarakat di Indonesia.

Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, arisan mencerminkan nilai-nilai sosial seperti kepercayaan, tanggung jawab, dan kepedulian antarsesama.

Oleh karena itu, arisan, termasuk yang belum lama berlangsung di lingkungan Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, bukanlah sekedar tradisi turun-temurun. Tetapi, juga warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. (Red)

Penulis: Ahmad Zuhdy Alkhariri

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 67 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB