AS Tarik Sistem Rudal THAAD dari Korea Selatan, Seoul Gelisah: Pertahanan Jadi Kosong?

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Langkah Amerika Serikat memindahkan sebagian sistem pertahanan udara canggihnya dari Korea Selatan ke Timur Tengah bikin situasi keamanan di kawasan Semenanjung Korea jadi sorotan. Seoul mulai dilanda rasa waswas, meski pemerintah berusaha menenangkan publik.

Laporan The Washington Post menyebut Washington mulai merelokasi beberapa aset sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan.

Pemindahan ini dilakukan karena meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah yang dianggap membutuhkan tambahan perlindungan militer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal selama ini AS menempatkan sekitar 28.500 personel militer di Korea Selatan, lengkap dengan berbagai sistem pertahanan udara dan rudal untuk menangkal ancaman dari Korea Utara yang dikenal memiliki senjata nuklir.

Langkah relokasi itu langsung memicu kekhawatiran munculnya celah keamanan di kawasan. Namun Kementerian Pertahanan Korea Selatan buru-buru memberi klarifikasi agar situasi tidak makin panas.

Baca Juga :  Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok

Dalam pernyataan resminya kepada AFP, Rabu (11/3/2026), Kemenhan Korsel menegaskan bahwa kekuatan militer mereka tetap cukup untuk menghadapi ancaman dari Pyongyang.

“Terlepas dari apakah aset USFK tertentu dikerahkan ke luar negeri, tidak ada masalah dengan postur pencegahan kami terhadap Korea Utara,” tulis pernyataan tersebut.

Meski begitu, pemerintah Seoul tidak memberikan konfirmasi detail terkait laporan pemindahan sistem rudal THAAD yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek hingga menengah.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung bahkan secara terbuka mengaku tidak senang dengan langkah Washington. Ia menegaskan pemerintahnya sebenarnya menolak penarikan sebagian sistem pertahanan udara milik Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK).

Baca Juga :  AS Mendadak Cabut dari Puluhan Lembaga PBB, Ada Drama Apa di Baliknya?

Namun di sisi lain, Lee juga mengakui kenyataan pahit hubungan aliansi dengan Washington. “Kenyataannya, kita tidak bisa sepenuhnya memaksakan pendapat kita kepada Amerika Serikat,” ujar Lee.

Kekhawatiran publik semakin memuncak setelah kantor berita Yonhap merilis foto aktivitas pembongkaran baterai THAAD di Seongju, sekitar 220 kilometer di selatan Seoul.

Pihak kepresidenan Korea Selatan pun meminta media tidak berspekulasi berlebihan mengenai pemindahan aset militer tersebut. Mereka menilai spekulasi bisa memicu ketegangan dan mengganggu stabilitas keamanan serta hubungan diplomatik kedua negara.

Di tengah meningkatnya konflik global, keputusan Washington ini menunjukkan satu hal: prioritas militer AS bisa berubah cepat—dan sekutunya harus siap menghadapi konsekuensinya. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB