13 DPC PSI Semarang Kompak Mundur: Apakah Tanda Awal Kebangkrutan Partai Gajah?

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Politik Kota Atlas lagi-lagi bikin drama. Kali ini giliran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang yang mendadak jadi bahan bisik-bisik warung kopi.

Sebanyak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kompak angkat kaki dari struktur kepengurusan. Bukan cuma pamit, mereka sekalian balikin “aset sakral”: pelang kantor DPC. Simbolis? Banget. Dramatis? Jelas.

“Malam ini resmi kami mengundurkan diri dari struktural DPC PSI Kota Semarang dengan mengembalikan aset-aset DPC ke DPD berupa pelang DPC,” kata Hanif Nafilah Rozaq, Ketua DPC Semarang Utara, Minggu (22/2) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau diibaratkan, ini seperti anak kos yang resign dari grup WhatsApp keluarga besar — tapi masih ngaku bagian dari keluarga.

Sebab, meski mundur dari struktur, mereka tetap mengklaim setia sebagai kader biasa. Jadi ini bukan cerai, katanya. Cuma turun jabatan. Katanya.

Plt Datang, Bara Menyala

Akar masalahnya disebut-sebut bermula dari penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantyo.

Penunjukan itu dianggap “tanpa sebab dan alasan yang kuat”. Bahasa halusnya: tak berdasar. Bahasa jujurnya: bikin panas.

“Suara kami sudah tidak lagi didengar, maka percuma kalau kami bertahan,” tegas Hanif.

Baca Juga :  Digelar Hari Ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Buka Orientasi Mahasiswa Institut Teknologi dan Sains NU Pekalongan

Upaya dialog, klaim mereka, sudah mentok. Dari komunikasi lewat DPW, sampai kirim pesan langsung ke DPP via WhatsApp dan bahkan DM Instagram Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Hasilnya? Centang biru pun tak terdengar gaungnya.

Kalau benar tak ada respons, ini bukan cuma soal struktur partai. Ini soal komunikasi yang mampet di era yang katanya serba digital.

DPW Jadi Jembatan Gantung?

Mantan Ketua DPC PSI Semarang Tengah, Teguh Pambudi, tak kalah pedas. Ia menilai DPW gagal jadi penghubung antara DPC dan DPP. Harusnya jadi jembatan emas, malah terasa seperti jembatan gantung goyang-goyang.

“Harusnya DPW bisa menjembatani kita ke DPP. Tapi kenyataannya? Malah DPW bingung. Terakhir saya ingat, beliau mengatakan ‘tanya aja ke DPP’,” ujarnya.

Kalimat “tanya aja ke DPP” terdengar sederhana, tapi dalam politik internal partai, itu bisa berarti: silakan jalan sendiri.

SK yang Bikin Sesak

Sebelumnya, 13 DPC ini memang sudah protes soal Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD PSI Kota Semarang.

Dalam SK tersebut, Bangkit Mahanantyo ditetapkan sebagai Ketua DPD dan Melly Pangestu sebagai sekretaris.

Baca Juga :  Tidak Banyak Yang Tahu, Bahwa Mbah Hasyim Asy'ari Itu Ahli Al-Qur'an dan Mbah Arwani Pernah Jadi Juri MTQ

Masalahnya, menurut mereka, susunan itu berbeda dari komunikasi awal sebelum SK disahkan.

“Tadi teman-teman menyampaikan rasa kecewa karena SK yang dikomunikasikan ke teman DPC oleh DPP sebelum disahkan susunannya bukan itu,” kata Hanif dalam pertemuan di Hotel Triizz, Januari lalu.

Di politik, beda satu nama saja bisa berarti beda arah kapal. Dan ketika komunikasi tak sinkron, yang muncul bukan solidaritas — tapi spekulasi.

Tanda Awal Kebangkrutan?

Apakah ini tanda awal kebangkrutan? Terlalu cepat menyimpulkan. Tapi 13 DPC mundur serempak jelas bukan riak kecil. Ini ombak.

PSI selama ini dikenal sebagai partai anak muda, lincah di media sosial, dan vokal dalam isu-isu publik.

Tapi drama internal seperti ini bisa jadi ujian serius: apakah PSI benar-benar solid di akar rumput, atau cuma kuat di timeline?

Hingga berita ini diturunkan, Plt Ketua DPD PSI Kota Semarang belum memberikan respons. Publik pun menunggu: ini sekadar restrukturisasi biasa, atau alarm dini retaknya mesin partai?

Satu hal pasti: di politik, yang paling berbahaya bukan oposisi di luar. Tapi suara-suara yang merasa tak lagi didengar di dalam. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB