8.000 Pasukan RI ke Gaza, Tapi Nggak Tempur: Terus Ngapain, Dong!?

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota TNI melakukan atraksi saat gladi HUT TNI ke 67 di Bandara Udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Rabu (3/10/2012). Sejumlah atraksi militer seperti penerjunan, manuver pesawat dan gelar pasukan akan dipertunjukkan pada HUT TNI ke 67 pada 5 Oktober mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Anggota TNI melakukan atraksi saat gladi HUT TNI ke 67 di Bandara Udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Rabu (3/10/2012). Sejumlah atraksi militer seperti penerjunan, manuver pesawat dan gelar pasukan akan dipertunjukkan pada HUT TNI ke 67 pada 5 Oktober mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Pemerintah resmi kirim 8.000 personel Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Tapi… tenang dulu. Kata Menteri Luar Negeri, mereka bukan buat perang.

Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan pasukan Indonesia nggak akan ikut operasi militer ofensif. Nggak ada istilah serbu-menyerbu. Nggak ada misi demiliterisasi. Apalagi pelucutan senjata.

Terus ngapain? Jawabannya: jaga stabilitas dan lindungi warga sipil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya di Washington DC, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sugiono menegaskan Indonesia sudah menyampaikan national caveats alias batasan nasional ke ISF.

Artinya? Indonesia cuma boleh bertindak defensif. Kalau diserang, boleh membela diri. Kalau nggak, ya fokus ke misi damai.

Baca Juga :  Wisata Karanganyar Bakal Hadirkan Kereta Gantung Modern, Mau Kayak di SkyWay Genting Malaysia?

“Kita tidak melakukan operasi militer. Tidak melakukan pelucutan senjata. Tidak melakukan demiliterisasi. Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak,” tegas Sugiono.

Misi Damai, Bukan Misi Perang

Keterlibatan Indonesia ini disebut sebagai kontribusi menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendukung misi kemanusiaan internasional. Jadi bukan karena urusan diplomatik sama pihak tertentu.

ISF sendiri merupakan pasukan multinasional dengan total kekuatan gabungan sekitar 20.000 personel dari berbagai negara.

Nantinya, pasukan akan dibagi dalam beberapa sektor sesuai rencana Dewan Perdamaian internasional.

Baca Juga :  Muhammadiyah Akan Peringati Milad ke-112 dengan Gelar Tanwir di Kupang NTT, Berikut Ini Agenda, Tema dan Makna Logonya

Dan ada kabar yang bikin bangga: Indonesia dipercaya sebagai Deputy Commander Operasi dalam ISF.

Posisi ini jadi semacam pengakuan atas reputasi prajurit Indonesia yang selama ini aktif di berbagai misi penjaga perdamaian dunia.

Jadi Intinya?

  • 8.000 pasukan Indonesia ke Gaza.
  • Bukan buat perang.
  • Bukan buat lucuti senjata.
  • Bukan buat ofensif.

Mereka ke sana buat menjaga situasi tetap kondusif. Lalu, melindungi warga sipil serta mendukung misi kemanusiaan.

Di tengah konflik yang panas, Indonesia memilih jalur yang adem: datang bukan untuk menyerang, tapi untuk menjaga. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:10 WIB

Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Berita Terbaru