Medan Ekstrem, Polisi Barru Tinjau Kampung Tanpa Listrik

SUARAMUDA.NET, BARRU — Aduan warga terkait belum adanya aliran listrik di Kampung Tiro, Dusun Dengen-Dengen, Desa Pujananting, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, mendapat respons cepat dari jajaran Polsek Pujananting.

Laporan tersebut dikirim warga melalui pesan langsung (DM) ke akun Instagram resmi Polsek Pujananting. Tak berselang lama, Kapolsek Pujananting IPTU Sahabuddin bersama Bhabinkamtibmas turun langsung ke lokasi pada Sabtu (14/2/2026) untuk mengecek kondisi lapangan.

Di lokasi, polisi mendapati sejumlah rumah warga memang belum teraliri listrik. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari, menjadi terbatas karena minim penerangan.

“Begitu kami menerima laporan melalui DM, kami langsung cek ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujar IPTU Sahabuddin kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut perintah Kapolres Barru agar seluruh personel selalu hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ini kami lakukan atas perintah Bapak Kapolres Barru agar kami selalu hadir dan melayani masyarakat dengan baik,” katanya.

Menurutnya, kehadiran polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga memastikan setiap keluhan warga mendapat perhatian dan solusi.

“Kami datang untuk memastikan apa yang benar-benar dibutuhkan warga dan apa yang bisa kami bantu,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Kampung Tiro, Abidin (52), mengungkapkan kampungnya belum pernah menikmati listrik sejak Indonesia merdeka.

“Sejak Indonesia merdeka, kami belum ada penerangan listrik sampai sekarang,” kata Abidin saat ditemui di kediamannya.

Ia mengaku bersyukur atas kunjungan Kapolsek ke kampungnya.

“Kami bersyukur, baru kali ini ada Kapolsek yang datang langsung ke kampung kami. Kami berterima kasih kepada Kapolres karena baru kali ini ada polisi yang melihat langsung kondisi kampung kami,” ujarnya.

Tak hanya persoalan listrik, akses jalan menuju kampung tersebut juga memprihatinkan. Anak-anak harus menempuh jarak sekitar 4 kilometer untuk bersekolah dengan kondisi jalan yang cukup berat.

“Kalau banjir, anak kami tidak pergi ke sekolah karena khawatir terbawa arus. Berangkat pagi pulang sore, padahal itu masih siswa SD,” keluhnya.

Abidin berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberi perhatian serius, terutama terkait penyediaan listrik dan perbaikan jalan agar hasil bumi warga lebih mudah dijual ke kota.

Terpisah, Kepala Dusun Dengen-Dengen, Suryadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut akses menuju Kampung Tiro masih sangat ekstrem.

“Kalau kami ke Dusun Landange, ada dua sungai yang harus dilewati. Kalau air naik, tidak bisa lewat,” kata Suryadi.

Saat debit air meningkat, anak-anak terpaksa tidak bersekolah karena risiko hanyut.

“Di Kampung Tiro ini memang belum pernah ada listrik dari PLN sejak dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer PLN ULP Barru, Hermawan, memastikan sejumlah wilayah di Kabupaten Barru yang sebelumnya mengalami kendala listrik kini mulai terealisasi secara bertahap.

Kepada wartawan, Hermawan menjelaskan bahwa wilayah Rumpia, Dengen-Dengen, Bonto Rea, dan Bunga Eja telah ditinjau langsung oleh pihak PLN.

“Benar, semua itu sudah kami tinjau. Per hari ini, khusus untuk Bunga Eja sudah terealisasi dan listriknya sudah masuk dari Pangkep,” ujar Hermawan.

Ia menambahkan, Kampung Bonto Rea ditargetkan segera dialiri listrik pada tahun ini.

“Insyaallah untuk Kampung Bonto Rea tahun ini akan kita upayakan masuk listrik,” katanya.

Hermawan juga menjelaskan bahwa program listrik desa menggunakan skema APN dan seluruh lokasi telah melalui proses survei lapangan.

“Untuk listrik desa itu menggunakan APN dan semua sudah kami survei,” jelasnya.

Sementara untuk wilayah Dengen-Dengen, jaringan listrik disebut telah masuk tahap proses, namun masih terkendala administrasi berupa pengurusan hutan lindung.

“Untuk Dengen-Dengen sendiri jaringan sudah masuk. Yang terkendala hanya hutan lindung dan sementara dalam proses pengurusan di Makassar. Insyaallah kami berupaya agar warga segera menikmati listrik sambil menunggu penyelesaian administrasi tersebut,” pungkasnya.

PLN memastikan akan terus mempercepat pemerataan listrik desa guna mendukung aktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Barru. (Red)

Penulis: Hengki Hutauruk

 

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like