Timur Tengah Memanas! Rusia Siap Evakuasi Staf dari PLTN Nuklir Iran

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Situasi Timur Tengah makin panas, Rusia pun mulai pasang mode siaga. Moskow menyatakan siap mengevakuasi ratusan stafnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran jika kondisi keamanan memburuk.

Dilansir dari Reuters, Kepala Badan Energi Nuklir Rusia Alexei Likhachev mengatakan langkah evakuasi bisa dilakukan kapan saja bila situasi menuntut. Pernyataan ini dikutip kantor berita TASS, Kamis.

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin mengungkapkan bahwa ratusan warga Rusia saat ini bekerja di PLTN Bushehr—satu-satunya pembangkit nuklir aktif di Iran yang dibangun dengan bantuan Rusia.

Meski serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu tidak menyasar Bushehr, Likhachev mengingatkan risikonya tetap besar. Ia bahkan menyebut serangan ke lokasi tersebut bisa berujung bencana nuklir sekelas tragedi Chernobyl 1986.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali menekan Iran agar mau kembali ke meja perundingan dan menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir. Trump juga memberi peringatan keras: jika Iran menolak, serangan AS berikutnya akan jauh lebih dahsyat.

Baca Juga :  Tembak Gamma, Aipda Robig Langgar HAM: Berikut Pasal-pasal yang Dilanggar!

Menanggapi situasi itu, Rusia menegaskan harapannya agar semua pihak menghormati keamanan PLTN Bushehr.

Namun, Likhachev memastikan Moskow tak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pertahanan Rusia untuk antisipasi evakuasi darurat.

Iran sendiri berulang kali membantah tuduhan tengah mengembangkan senjata nuklir. Rusia pun konsisten mendukung hak Iran dalam pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB