UIN SATU–Kampus Maranatha Bandung–UMKM MyAsta Masuk Lapas, WBP Perempuan Disiapkan Jadi Mandiri

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, TULUNGAGUNG — Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIB Tulungagung, harapan dan kreativitas terus menemukan jalannya. Pada 22 Desember 2025, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan mengikuti program Pendampingan Kreativitas Teknik Sashiko Hijab dan Bros, sebuah ikhtiar nyata membangun kemandirian ekonomi melalui seni dan keterampilan.

Program ini digagas oleh dua dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, yakni Ucik Ana Fardila (Komunikasi Penyiaran Islam) dan Dian Pratiwi Pribadi (Sosiologi Agama). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi bersama Universitas Kristen Maranatha Bandung dan UMKM MyAsta Craft Shop.

Tak hanya dosen, pelatihan ini juga melibatkan mahasiswi serta alumni UIN SATU Tulungagung. Dari pihak mitra, Dewi Isma Aryani, dosen Universitas Kristen Maranatha Bandung, memberikan pendampingan sulam teknik sashiko pada hijab. Sementara itu, pembuatan bros hijab handmade dipandu langsung oleh Nailul Muna, pemilik UMKM MyAsta Craft Shop.

Kegiatan diawali dengan sesi materi singkat, lalu dilanjutkan praktik langsung. Teknik sashiko—seni sulam tradisional asal Jepang—dipilih karena mudah dipelajari, menggunakan alat sederhana, dan fleksibel diaplikasikan pada berbagai motif hijab. Setelah proses sulam selesai, peserta diarahkan untuk membuat bros sebagai pelengkap produk.

Antusiasme WBP perempuan terlihat jelas. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan fokus, aktif berdiskusi, dan saling bertukar ide terkait pengembangan produk kreatif. Dari proses ini, lahirlah hijab sulam sashiko dan bros hijab handmade yang tak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki potensi ekonomi.

Usai pelatihan, para warga binaan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut. Mulai dari teknik sulam lainnya, menjahit pakaian, hingga keterampilan penataan rambut sebagai bekal kemandirian setelah bebas.

Program pendampingan ekonomi kreatif ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada April lalu di lokasi yang sama. Tak berhenti di situ, selama kurang lebih dua tahun, tim juga telah melakukan asesmen psikologi dan pendampingan sosial di berbagai lembaga pemasyarakatan di Pulau Jawa.

Baca Juga :  Mahasiswa UIN KHAS Jember Tuntut Panitia Penjaringan Rektor Lebih Transparan dan Informatif

Konsistensi ini menjadi bukti kuatnya komitmen membangun sinergi antara lembaga pemasyarakatan, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM. Program ini juga merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang mengintegrasikan pengabdian masyarakat, penelitian, dan kerja sosial—khususnya dalam upaya pemberdayaan perempuan.

Ke depan, program serupa direncanakan akan digelar di Lapas Kelas IIA Kediri dan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, guna memperluas jangkauan manfaat bagi WBP perempuan.

Melalui pendampingan kreatif ini, satu pesan ditegaskan: perempuan warga binaan tetap berhak belajar, berkarya, dan bermimpi, meski berada di balik jeruji besi. Kreativitas bisa tumbuh di mana saja—dan kemandirian ekonomi bisa dimulai dari seutas benang dan satu tusukan harapan. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 27 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB