Menyatukan Gagasan dan Spirit Silaturahmi, PMII Radikal Wasathiyyah Luncurkan Buku “Islam, Otoritas, dan Gender”

- Penulis

Minggu, 20 April 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, PADANG — Semangat silaturahmi di bulan Syawal dimaknai secara unik oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Radikal Wasathiyyah Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang.

Dalam suasana hangat halal bihalal, mereka menyatukan momentum spiritual dan intelektual dengan meluncurkan buku bertajuk “Islam, Otoritas, dan Gender“, Sabtu, 19 April 2025.

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Ihdinassirotol Mustaqim, Pasie Jambak, Kota Padang itu menjadi ruang bertemunya lintas generasi kader PMII, sekaligus forum refleksi atas arah gerakan keislaman dalam konteks sosial kekinian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Rayon Radikal Wasathiyyah, Agusman Efendri, menyampaikan acara ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi biasa.

“Momentum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi gerakan keislaman dan keilmuan dalam bingkai silaturrahmi,” tuturnya.

Ditulis Kader Pergerakan

Buku yang diluncurkan menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Ditulis oleh tiga kader PMII yang juga menjadi bagian dari Majelis Pembina Rayon: Abdurrahman Ahady, Yoga Pratama, dan Rasyid Alhafizh berkolaborasi dengan tiga kader PMII Radikal Wasathiyyah: Irpan Saputra, Yuti Murni, dan M.A.Alfarabi.

Baca Juga :  Indonesia Resmi Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Arti Besar dan Tugas yang Bakal Dijalankan

Buku ini mengangkat tiga pokok pikiran: pemahaman Islam yang kontekstual, peninjauan ulang terhadap otoritas keagamaan, dan perjuangan atas nilai keadilan gender.

Abdurrahman Ahady menjelaskan bahwa buku tersebut lahir sebagai upaya pembacaan ulang terhadap sejumlah isu penting yang selama ini cenderung terpinggirkan dalam diskursus Keislaman.

“Buku ini tidak hadir sebagai jawaban final, melainkan sebagai tawaran gagasan dan pembacaan ulang dari perspektif kader pergerakan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Yoga Pratama menegaskan bahwa proses kreatif buku ini lahir dari pengalaman dan keresahan kolektif.

“Kita harus terbiasa mempertanyakan dan tidak sekadar menerima keadaan. Buku ini adalah salah satu bentuk keberanian itu,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Baca Juga :  Rapat Perdana MGMP Sejarah Jakarta Barat I, Usung Inovasi dan Kolaborasi

Rasyid Alhafizh, penulis sekaligus editor buku ini menambahkan bahwa forum bedah buku ini menjadi langkah penting sebelum buku secara resmi diterbitkan luas.

“Diskusi ini penting untuk menyempurnakan substansi buku, agar lebih tajam dan relevan,” katanya.

Apresiasi PK PMII

Sementara itu, Ketua PK PMII UIN Imam Bonjol Padang, Robi Suhendra, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud kemajuan gerakan mahasiswa Islam yang tidak hanya bergerak dalam aksi, tetapi juga dalam gagasan.

“Ini gebrakan langka dan penting. PMII perlu lebih sering tampil dengan gagasan, bukan hanya aksi. Budaya literasi harus terus hidup di tubuh pergerakan,” ungkapnya.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, mempererat ukhuwah dan mempertegas bahwa gerakan intelektual dan spiritual bukanlah dua hal yang saling bertolak belakang, melainkan saling melengkapi dalam misi membangun peradaban. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB