SUARAMUDA.NET., JEPARA — Desa Tempur, yang selama ini dijuluki “Desa Tersembunyi” di lereng Gunung Muria, kembali jadi sorotan. Ancaman longsor yang terus menghantui jalur utama membuat desa ini nyaris terisolasi setiap musim hujan.
Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai melirik opsi lama yang kembali mencuat yakni menghidupkan kembali jalur alternatif Tempur–Sumanding yang sempat terbengkalai bertahun-tahun.
Mengutip laporan Betanews, jalur penghubung Desa Tempur (Kecamatan Keling) dan Desa Sumanding (Kecamatan Kembang) sejatinya sudah pernah dibuka sejak 2016.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun hingga kini, jalur tersebut justru dikenal warga sebagai “jalur mati”—ekstrem, sempit, dan nyaris tak bisa dilalui saat hujan turun.
Kepala Desa Tempur, Maryono, mengungkapkan bahwa proyek lama itu belum rampung sepenuhnya.
“Kalau musim hujan seperti sekarang, motor pun tidak bisa lewat. Jalannya masih tanah dan sangat sempit di bagian tengah,” ujar Maryono, dikutip dari Betanews.
Jalur Ada, Tapi Tak Utuh
Secara teknis, jalur Tempur–Sumanding memiliki panjang sekitar 6–7 kilometer dan membelah kawasan Perhutani. Namun realitas di lapangan masih jauh dari kata layak.
- Baru terbuka di dua titik, yakni Duplak–Ngangguk sepanjang ±3 km dan kawasan Hutan Pinus–Sumanding sekitar 1,5 km
- Bagian tengah masih menjadi titik buta, berupa jalan tanah pegunungan yang sempit dan belum tersambung
- Saat hujan, jalur ini praktis lumpuh total
Kenapa Jalur Ini Krusial?
Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, menegaskan bahwa pembukaan jalur alternatif ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan langkah mitigasi bencana.
Topografi Desa Tempur yang dikelilingi tebing curam membuat jalur utama sangat rawan tertutup longsor, sehingga berpotensi mengisolasi warga dalam waktu lama.
“Kita ingin ada akses cadangan. Jadi kalau jalur utama tertutup longsor, warga masih punya jalan keluar lewat Sumanding,” jelas Ary.
Bukan Janji, Alat Berat Siap Bergerak
Pemkab Jepara memastikan rencana ini bukan wacana kosong. Pembukaan jalur Tempur–Sumanding telah masuk agenda prioritas dengan skema bertahap:
- Fokus awal: Menuntaskan penanganan longsor di jalur utama Desa Tempur
- Langkah lanjutan: Alat berat akan langsung digeser ke jalur Duplak–Sumanding untuk membuka akses secara masif
Jika terealisasi, jalur ini tak hanya menjadi jalur penyelamat saat bencana, tetapi juga digadang-gadang mampu membuka potensi ekonomi dan pariwisata baru di Jepara bagian utara—terutama dengan panorama hutan pinus yang masih alami.
Apakah jalur “mati” ini benar-benar akan bangkit dan mengakhiri isolasi Desa Tempur? Warga kini menunggu realisasi, bukan sekadar rencana. (Red)
Sumber: betanews













Komentar