Desa Tempur Terisolasi Karena Longsor: Benarkah Akses Tempur-Sumanding Mau Dihidupkan Lagi?

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Panorama alam Desa Tempur Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. (Gambar: pinterest)

POV: Panorama alam Desa Tempur Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. (Gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET., JEPARA —‎ Desa Tempur, yang selama ini dijuluki “Desa Tersembunyi” di lereng Gunung Muria, kembali jadi sorotan. Ancaman longsor yang terus menghantui jalur utama membuat desa ini nyaris terisolasi setiap musim hujan.

Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai melirik opsi lama yang kembali mencuat yakni menghidupkan kembali jalur alternatif Tempur–Sumanding yang sempat terbengkalai bertahun-tahun.

Mengutip laporan Betanews, jalur penghubung Desa Tempur (Kecamatan Keling) dan Desa Sumanding (Kecamatan Kembang) sejatinya sudah pernah dibuka sejak 2016.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hingga kini, jalur tersebut justru dikenal warga sebagai “jalur mati”—ekstrem, sempit, dan nyaris tak bisa dilalui saat hujan turun.

Kepala Desa Tempur, Maryono, mengungkapkan bahwa proyek lama itu belum rampung sepenuhnya.

“Kalau musim hujan seperti sekarang, motor pun tidak bisa lewat. Jalannya masih tanah dan sangat sempit di bagian tengah,” ujar Maryono, dikutip dari Betanews.

Jalur Ada, Tapi Tak Utuh

Baca Juga :  Unik! Dulu Jokowi yang Sowan Kiai, Kini Justru Para Kiai Jateng yang 'Sowani' Jokowi

Secara teknis, jalur Tempur–Sumanding memiliki panjang sekitar 6–7 kilometer dan membelah kawasan Perhutani. Namun realitas di lapangan masih jauh dari kata layak.

  • Baru terbuka di dua titik, yakni Duplak–Ngangguk sepanjang ±3 km dan kawasan Hutan Pinus–Sumanding sekitar 1,5 km
  • Bagian tengah masih menjadi titik buta, berupa jalan tanah pegunungan yang sempit dan belum tersambung
  • Saat hujan, jalur ini praktis lumpuh total

Kenapa Jalur Ini Krusial?

Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, menegaskan bahwa pembukaan jalur alternatif ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan langkah mitigasi bencana.

Topografi Desa Tempur yang dikelilingi tebing curam membuat jalur utama sangat rawan tertutup longsor, sehingga berpotensi mengisolasi warga dalam waktu lama.

Baca Juga :  Tiga Hari Pemutihan Tunggakan Pajak Hasilkan Rp 28 Miliar, Gubernur Ahmad Luthfi: Akan Dikembalikan ke Masyarakat

“Kita ingin ada akses cadangan. Jadi kalau jalur utama tertutup longsor, warga masih punya jalan keluar lewat Sumanding,” jelas Ary.

Bukan Janji, Alat Berat Siap Bergerak

Pemkab Jepara memastikan rencana ini bukan wacana kosong. Pembukaan jalur Tempur–Sumanding telah masuk agenda prioritas dengan skema bertahap:

  • Fokus awal: Menuntaskan penanganan longsor di jalur utama Desa Tempur
  • Langkah lanjutan: Alat berat akan langsung digeser ke jalur Duplak–Sumanding untuk membuka akses secara masif

Jika terealisasi, jalur ini tak hanya menjadi jalur penyelamat saat bencana, tetapi juga digadang-gadang mampu membuka potensi ekonomi dan pariwisata baru di Jepara bagian utara—terutama dengan panorama hutan pinus yang masih alami.

Apakah jalur “mati” ini benar-benar akan bangkit dan mengakhiri isolasi Desa Tempur? Warga kini menunggu realisasi, bukan sekadar rencana. (Red)

Sumber: betanews

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB