Narasi Publik Berbalik: Gibran Jawab Kritik Lewat Pidato Percaya Diri di Indonesia–Africa CEO Forum 2025

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aisya Herawati, Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Mataram

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Isu mengenai kemampuan bahasa Inggris Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat menjadi bahan perdebatan publik selama beberapa bulan terakhir.

Berbagai macam potongan video dan narasi politis yang beredar di media sosial membentuk persepsi bahwa ia tidak kompeten berbicara di forum internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keraguan itu tumbuh bukan hanya karena konten viral, tetapi juga karena standar publik terhadap pejabat tinggi negara memang semakin tinggi, khususnya ketika menyangkut diplomasi dan komunikasi global.

Namun panggung Indonesia–Africa CEO Forum 2025 yang merupakan bagian dari rangkaian KTT G20, menjadi momen yang menggeser narasi tersebut. Dalam acara tersebut, Gibran menyampaikan pidato yang jelas, terstruktur, dan percaya diri dalam bahasa Inggris.

Pada pidato tersebut wapres yang seringkali mendapatkan hujatan serta diragukan oleh rakyatnya sendiri dapat membuktikan bahwa ia bisa profesional dan layak ketika berbicara di forum internasional.

Baca Juga :  Tragedi Irene Sokoy dan Retaknya Sistem Kesehatan Kita

Bukan sekadar menunjukkan kemampuan linguistik, penampilan itu juga menegaskan kesiapan Indonesia sebagai aktor yang serius dalam memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika.

Hal yang menarik bukan hanya pada kefasihannya, tetapi bagaimana ia memanfaatkan momentum itu untuk menampilkan sisi kepemimpinan yang sempat diragukan publik.

Pidato tersebut mencerminkan persiapan matang, pemahaman konteks, dan kapasitas komunikasi politik yang selama ini tidak terlihat dalam potongan-potongan video viral.

Hal ini menunjukkan pentingnya menilai pejabat publik secara utuh, bukan hanya melalui fragmen yang sengaja atau tidak sengaja dibingkai untuk melemahkan kredibilitas.

Fenomena ini sekaligus mengajarkan bahwa kritik di ruang digital sering kali bergerak lebih cepat daripada fakta. Literasi publik diuji; apakah kita percaya pada narasi yang dibangun media sosial, atau menunggu bukti nyata di panggung resmi?

Baca Juga :  Transisi Energi Menuju Swasembada Energi Nasional

Dalam kasus Gibran, fakta di lapangan akhirnya berbicara lebih keras daripada persepsi. Penampilan di forum tersebut membalikkan banyak komentar sinis dan membuka ruang diskusi baru mengenai objektivitas publik dalam menilai kinerja pejabat.

Pada akhirnya, pembuktian Gibran di Indonesia–Africa CEO Forum 2025 bukan hanya kemenangan personal, tetapi juga mencerminkan pentingnya menjaga profesionalisme dalam diplomasi.

Publik tentu berhak mengkritik, tetapi juga perlu memberi ruang bagi pembuktian. Momen ini menjadi pengingat bahwa di era informasi serba cepat, kemampuan untuk melihat gambaran besar menjadi semakin penting.

Gibran telah menunjukkan kelasnya—sekarang tinggal bagaimana publik menyikapi fakta yang utuh, bukan sekadar narasi yang beredar. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB