Ruang Pahlawan Kekinian: Pelajar Sukoharjo Berani Bicara, Berani Bersuara

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Di tengah geliat gerakan anak muda yang makin kritis, pelajar Sukoharjo menunjukkan bahwa mereka bukan hanya penonton dalam pembangunan daerah.

Melalui forum diskusi “Ruang Pahlawan Kekinian”, mereka bersuara tentang apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan untuk masa depan.

Kegiatan yang digelar Sabtu, 29 November 2025 di Rumah Dinas Wakil Bupati Sukoharjo ini mempertemukan 60 pelajar dari berbagai sekolah SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sukoharjo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan mengusung tema “Suara Pelajar Didengar atau Sekadar Dibiarkan Liar?”, mereka menyoroti isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan generasi muda hari ini: mulai dari beban pendidikan, kesehatan mental, kesetaraan akses, hingga representasi pelajar dalam kebijakan.

Kegiatan ini tidak hanya menyasar dialog formal yang sering terasa kaku. Formatnya santai, namun serius dalam substansi sesuatu yang membuat suara pelajar mengalir lebih jujur dan berani.

Hadir sebagai pemantik diskusi: Eko Sapto Purnomo, S.E.— Wakil Bupati Sukoharjo (Keynote Speaker), Salsabila Rahma Putri — Juara Nasional Motivator Duta Genre Indonesia, Angkasa Cantika Beny — Ketua Forum OSIS Kabupaten Sukoharjo, Arif Dehan Ramadhan — Moderator, pemerhati literasi, digital & edukasi.

Baca Juga :  KKL, Mahasiswa Unimus Pelajari Sistem Automasi dan Sistem Pemompaan Air di PDAM IPA Semanggi Surakarta

Ketua Omah Rembug Sukoharjo, Fadhel Moubharok menyampaikan, ini adalah ruang aman yang memang ditunggu pelajar selama ini.

“Terlalu sering pelajar diminta mendengarkan, tapi jarang diberi kesempatan untuk menyampaikan. Hari ini, kami ingin memastikan bahwa suara pelajar tidak lagi berhenti di ruang kelas,” ujarnya.

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, S.E., menekankan bahwa pemerintah daerah siap menerima kritik untuk pembangunan yang lebih baik.

“Pelajar bukan sekadar penerus masa depan. Mereka bagian dari masa kini yang harus ikut menentukan arah kebijakan,” tegasnya.

Suara pelajar juga menguat melalui narasi inspiratif dari Salsabila Rahma Putri. “Kalau pelajar tidak berani bicara, siapa yang akan menyampaikan realitas di lapangan? Setiap suara kalian penting. Jangan menunggu dewasa untuk didengar,” katanya.

Baca Juga :  Duka di Jakarta, Panas Menjalar ke Semarang: Demo Ojol Berujung Ricuh di Depan Polda Jateng

Sementara itu, Angkasa Cantika Beny menggarisbawahi pentingnya keberanian kolektif: “Kadang kita takut ngomong sendiri. Tapi ketika kita tahu banyak yang berpikiran sama, kita jadi berani melangkah bersama,” ujarnya menumbuhkan semangat.

Moderator Arif Dehan Ramadhan menambahkan bahwa dialog adalah bentuk kepahlawanan hari ini.

“Melawan ketidakpedulian adalah perjuangan anak muda zaman sekarang. Bersuara adalah aksi nyata,” tuturnya.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah pemikiran kritis dan rekomendasi langsung dari pelajar untuk pemerintah daerah, khususnya dalam aspek kebijakan yang berdampak ke sekolah dan kehidupan generasi muda.

Menutup kegiatan, Fadhel kembali mengingatkan bahwa pahlawan tak melulu tentang sejarah.

“Jika dulu pahlawan mengangkat senjata, hari ini pelajar mengangkat suara. Keduanya sama-sama perjuangan,” ungkapnya.

“Ruang Pahlawan Kekinian” menjadi bukti bahwa perubahan tidak menunggu siapa-siapa. Ia dimulai dari keberanian pelajar Sukoharjo untuk bersuara hari ini. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru