Muhammad Ikhlas Thamrin: Sang Peracik Energi dari Jerami

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sosok Penemu Bobibos  Bahan bakar jerami Indonesia, Muhammad Ikhlas Thamrin. (Foto: dok istimewa)

Sosok Penemu Bobibos Bahan bakar jerami Indonesia, Muhammad Ikhlas Thamrin. (Foto: dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di balik viralnya Bobibos—bahan bakar dari jerami yang bikin heboh dunia otomotif Indonesia—ada satu nama yang kini ikut melambung: Muhammad Ikhlas Thamrin.

Sosok yang awalnya dikenal sebagai aktivis mahasiswa ini ternyata punya perjalanan panjang sebelum akhirnya melahirkan inovasi energi yang digadang-gadang bakal jadi game changer.

Dari Aktivis Jalanan ke Pencari Solusi Energi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ikhlas Thamrin adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2001. Pada masa kuliah, ia sering turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap kebijakan energi nasional.

“Aku pernah berdemo di Jakarta menolak kenaikan harga BBM. Tapi setelah lulus, aku mikir… kalau cuma protes, kapan ada solusinya?” ungkapnya, seperti dikutip dari situs resmi UNS, 12 November 2025.

Momen itu mengubah arah hidupnya. Dari aktivis, ia kemudian bertransformasi menjadi peneliti energi.

Tahun 2005–2007: Restless Mind yang Mencari Jawaban

Setelah lulus tahun 2005, Ikhlas mulai fokus mencari solusi alternatif untuk masalah energi dalam negeri.

Baca Juga :  Hi, Sobat Muda! Ini 3 Tokoh NU Paling Terkenal yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Ia yakin penyebab energi mahal dan langka bukan semata karena sumber daya minim, tetapi karena Indonesia belum serius menggarap energi terbarukan.

Pada 2007, ia memulai riset mandiri bersama tim kecil. Bukan main-main—ini adalah awal dari perjalanan riset selama 10 tahun tanpa henti.

Sosok Penemu Bobibos Bahan bakar jerami Indonesia, Muhammad Ikhlas Thamrin. (Foto: dok istimewa)

Melahirkan Teknologi Pulsa Energi

Delapan tahun kemudian, hasil riset itu melahirkan PT Baterai Freeneg Generasi. Dari sini, Ikhlas memperkenalkan inovasi berbasis pulsa berupa kompor dan motor listrik yang bekerja menggunakan sistem pulsa token.

Tidak perlu SPBU, tidak perlu SPKLU—isi ulang tinggal top up pulsa. Proyek ini bahkan mengantongi sertifikat paten dari International Certificate Testing Technology (ICTT), sebuah pengakuan global terhadap ide “nyeleneh tapi jenius” tersebut.

Ikhlas menargetkan satu mimpi besar: membangun ekosistem listrik nasional pada tahun 2030.

Bobibos: Energi dari Jerami yang Menggebrak

Lonjakan popularitasnya datang dari inovasi terbaru: Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!—bahan bakar cair berbasis jerami dan tanaman lahan sawah lainnya.

Baca Juga :  Begini Kisah Margaretha, Anak Petani dari Rote yang Tembus Fakultas Psikologi UI: Dulu Dicibir, Kini Menginspirasi

Dengan RON mendekati 98, Bobibos bahkan disebut mampu menempuh jarak lebih jauh daripada solar konvensional. Bahan bakarnya murah, alami, dan tumbuh melimpah di seluruh Indonesia.

Yang lebih mencengangkan, rasio konversinya mencapai 3.000 liter per hektar sawah. Artinya, daerah seperti Lembur Pakuan yang punya potensi 1.000 hektar bisa menghasilkan jutaan liter bahan bakar dari jerami.

Ikhlas tidak hanya menciptakan bahan bakar, tetapi ekosistem baru: pertanian → energi → pakan → pupuk.

Dari proses produksi Bobibos, dihasilkan juga produk turunan bernilai tinggi seperti pakan ternak (hingga 2.000 ton dari 500 hektar) dan pupuk. Ini bukan sekadar inovasi, tapi model ekonomi berkelanjutan.

Kenapa Ikhlas Melakukannya? Alasannya sederhana tapi dalam: Indonesia terlalu bergantung pada energi impor. Ia yakin bangsa ini bisa berdiri di atas kakinya sendiri lewat ilmu pengetahuan dan riset anak negeri.

Dengan Bobibos, ia ingin membuktikan bahwa jerami yang sering dianggap sampah ternyata bisa menyalakan masa depan energi Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 41 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB