Kisah Bocah Subang yang Bikin NASA Melirik: Firoos, 14 Tahun, Sudah “Ngoprek” Keamanan Dunia!

Firoos Ghathfaan Ramadhan, siswa kelas 8 di SMP IT Al-Alamy ini mendadak jadi sorotan setelah temuannya di bidang keamanan siber diakui secara internasional. (Dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kalau kamu masih sibuk push rank atau scroll TikTok, beda cerita dengan Firoos Ghathfaan Ramadhan. Remaja 14 tahun asal Subang ini justru lagi “mainannya” sistem keamanan kelas dunia—dan bukan kaleng-kaleng, targetnya sampai ke NASA.

Siswa kelas 8 di SMP IT Al-Alamy ini mendadak jadi sorotan setelah temuannya di bidang keamanan siber diakui secara internasional. Gak cuma viral, tapi juga legit.

Dari OSINT ke NASA: Bukan Sekadar Iseng

Firoos menemukan celah keamanan lewat metode OSINT (Open Source Intelligence)—teknik mengolah data terbuka di internet.

Kedengarannya sederhana, tapi jangan salah: dari situ, dia berhasil mendeteksi akun tidak aktif dalam sistem NASA yang berpotensi disalahgunakan.

Alih-alih dimanfaatkan, Firoos justru melakukan hal yang jarang dilakukan “hacker”: ia melaporkan temuannya secara resmi ke pihak NASA.

Menurut laporan ABC News Indonesia (Mei 2026), temuan tersebut kemudian diverifikasi dan diakui oleh NASA, bahkan membuat nama Firoos masuk dalam daftar Hall of Fame sebagai kontributor keamanan.

Diakui Dunia, Dilirik Negara

Prestasi ini gak cuma bikin bangga sekolah atau keluarganya, tapi juga sampai ke telinga pemerintah.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, bahkan turun langsung memberikan apresiasi.

Dalam pemberitaan KaldeaNews (Mei 2026), disebutkan bahwa BRIN melihat Firoos sebagai contoh nyata talenta muda Indonesia yang bisa bersaing di level global—terutama di bidang keamanan digital.

Yang bikin cerita ini makin “nendang”, Firoos bukan produk kursus mahal atau sekolah luar negeri. Ia belajar secara otodidak dari YouTube, eksplorasi forum dan komunitas online serta trial and error dari berbagai sistem.

Dan hasilnya? Bukan cuma NASA, tapi juga beberapa institusi luar negeri lain pernah ia laporkan terkait celah keamanan, sebagaimana ditulis KaldeaNews, Mei 2026.

Hacker, Tapi Beretika

Di tengah stigma negatif soal “hacker”, Firoos justru tampil beda. Ia bagian dari apa yang disebut: Ethical hacker — bukan merusak, tapi mengamankan.

Ia membuktikan bahwa kemampuan tinggi di dunia digital tetap bisa berjalan beriringan dengan integritas.

Cerita Firoos bukan sekadar “anak jenius”: Ini tentang akses belajar yang terbuka
Tentang anak daerah yang tembus global
Dan tentang pilihan untuk berbuat benar di dunia yang abu-abu

Di usia 14 tahun, Firoos sudah menunjukkan satu hal penting bahwa dunia digital bukan soal siapa paling pintar, tapi siapa paling bertanggung jawab. Dan dari Subang, pesan itu sekarang sudah sampai ke NASA. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like