Berawal dari Cabai Ungu! Anak Semarang Ini Lulus Terbaik IPB dengan IPK Nyaris Sempurna

- Penulis

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Shafiq Nayottama Ramadhan, alumnus Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University

Shafiq Nayottama Ramadhan, alumnus Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Siapa sangka, benda kecil pedas bernama cabai bisa jadi titik balik masa depan seseorang. Dari rasa penasaran pada cabai hias berwarna ungu, seorang anak Semarang justru melesat jadi lulusan terbaik kampus top Indonesia.

Dialah Shafiq Nayottama Ramadhan, alumnus Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University. Berkat risetnya soal cabai, Shafiq sukses mengunci predikat Lulusan Terbaik dengan IPK fantastis 3,90.

Ia resmi diwisuda pada 10 Desember 2025 di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah ini bermula dari momen sederhana saat Shafiq masih duduk di bangku SMA Negeri 2 Semarang. Sebuah slide presentasi berisi cabai kecil berwarna ungu karya peneliti IPB University, Prof Syukur, mendadak mencuri perhatiannya.

Baca Juga :  Inilah Sosok Avishkar Raut, Remaja 16 Tahun yang Guncang Politik Nepal

“Enggak pernah nyangka, warna ungu kecil di layar presentasi IPB Goes to School itu justru menentukan arah hidup saya,” kenang Shafiq, dikutip dari laman resmi IPB University, Sabtu (3/1/2026).

Rasa penasaran itu membawanya memilih Agronomi dan Hortikultura sebagai “rumah belajar”.

Keberuntungan berpihak ketika ia diterima lewat SNMPTN (kini SNBP)—dan makin lengkap karena akhirnya dibimbing langsung oleh sosok yang dulu menginspirasinya.

“Rasanya bersyukur banget. Dari sekadar kagum waktu SMA, sekarang malah jadi mahasiswa bimbingan Prof Syukur,” ujarnya.

Selama kuliah, Shafiq fokus meneliti evaluasi keragaan dan daya hasil cabai keriting hibrida dan nonhibrida.

Hampir setahun penuh ia bergelut dengan dunia riset—dari penyilangan, penyemaian, pindah tanam, hingga panen berulang kali.

“Capek iya, tapi justru di situ serunya. Melihat tanaman tumbuh dari hasil tangan sendiri itu rasanya enggak tergantikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama

Tak cuma jago di kelas dan kebun percobaan, Shafiq juga memperluas pengalaman lewat program pertukaran pelajar di Bengkulu serta Magang Merdeka di Edufarmers International.

Di sana, ia terjun langsung mendampingi petani dan menyaksikan realitas pertanian dari dekat.

“Diskusi langsung dengan petani dan melihat dampak nyata dari pendampingan bikin saya makin yakin dengan jalan yang saya pilih,” katanya.

Bagi Shafiq, pertanian bukan cuma soal panen dan produksi. Lebih dari itu, pertanian adalah tentang manusia, keberlanjutan lingkungan, dan perubahan besar yang tumbuh pelan tapi pasti.

Dari Semarang, lewat cabai ungu, Shafiq membuktikan bahwa inspirasi kecil bisa menumbuhkan mimpi besar. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB