SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di tengah riuhan musik wisuda dan senyum-senyum bangga para orang tua, satu nama mendadak membuat seluruh aula HUTECH terdiam.
Tran Nhat Phi—lulusan Teknik Teknologi Informasi dengan predikat cum laude—berdiri dengan tubuh yang tidak sebugar kebanyakan mahasiswa, suara yang terbata, tapi tekad yang kokoh.
Beberapa detik kemudian, suasana berubah haru. Banyak dosen yang diam-diam menyeka air mata.
Awal yang Penuh Luka dan Keraguan
Tidak banyak yang tahu, Phi memasuki dunia kampus dengan rasa hancur di dalam dirinya.
Penampilan yang berbeda. Suara yang tak lantang. Mobilitas yang tidak selalu bisa dipaksakan.
Dan yang paling berat: rasa minder yang terus menghantuinya setiap kali melangkah masuk kelas.
“Saya takut tidak cukup baik… tidak cukup cepat… bahkan sempat bertanya-tanya apakah saya salah jurusan,” kenangnya.
Namun justru dari ketakutan itulah, babak epik hidup Phi dimulai.
Berjuang Dua Kali Lipat: Saat Takdir Tak Mampu Menghentikannya
Alih-alih menyerah, Phi memilih bangkit. Ia menggandakan usaha, belajar lebih keras, fokus lebih lama, dan terus memaksa dirinya maju.
“Keberanian itu bukan tanpa rasa takut. Keberanian adalah saat kamu memutuskan untuk menghadapi rasa takut itu,” ucap Phi lantang.
Dan hasilnya bukan main! Meski masih kuliah, ia sudah bekerja sebagai Software Engineer selama dua tahun—bidang yang menuntut otak encer dan kecepatan berpikir tinggi.
Deretan prestasinya juga seperti tidak ada habisnya:
Setiap kemenangan adalah bukti bahwa Phi bukan hanya bertahan—ia melesat.
Sekali Jatuh, Berkali-kali Bangkit
Perjalanan itu tidak mudah. Ada hari-hari ketika lututnya lelah, suaranya habis, dan pikirannya runtuh. Ada malam-malam ketika ia hampir menyerah.
Namun dukungan guru dan teman-teman menjadi jangkar yang menguatkannya.
“Toleransi, kesabaran, dan dorongan mereka membuat saya perlahan berdiri lagi. Mereka percaya pada saya bahkan saat saya sendiri ragu,” kata Phi dengan suara bergetar.
Kalimat itu saja sudah cukup membuat banyak orang tertunduk haru.
Wisuda yang Menggetarkan Hati
Pada 9 Januari, ketika namanya dipanggil ke panggung, tepuk tangan yang menggema bukan sekadar ucapan selamat. Itu adalah penghormatan.
Penghargaan atas keberanian seorang mahasiswa yang tidak membiarkan keterbatasan menenggelamkan mimpinya.
Phi kemudian menyampaikan pesan yang membuat suasana makin emosional: “Setiap orang punya titik awal berbeda. Tapi kalau kamu tidak menyerah, kamu pasti sampai.”
730 Mahasiswa Lulus — Tapi Satu Kisah yang Tak Akan Dilupakan
Di angkatan ini, ada 730 mahasiswa IT yang resmi lulus. Ada yang berprestasi, ada yang aktif berorganisasi, ada yang menonjol. Tapi kisah Tran Nhat Phi-lah yang mencuri hati.
Ia bukan hanya lulus. Ia menang.
Ia bukan hanya cum laude. Ia inspirasi hidup. Dan ketika ia turun dari panggung, satu hal menjadi jelas: Kadang bukan keadaan yang membatasi kita — hanya pikiran kita sendiri. (Red)
Dikutip dari media vietnamnet.vn