Lulusan Teknik Ini Bikin Satu Aula Menangis — Kisah Hidupnya Tidak Pernah Kamu Duga!

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tran Nhat Phi, seorang mahasiswa Teknologi Informasi, menerima gelar tekniknya pada hari wisuda. Foto: XD

Tran Nhat Phi, seorang mahasiswa Teknologi Informasi, menerima gelar tekniknya pada hari wisuda. Foto: XD

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di tengah riuhan musik wisuda dan senyum-senyum bangga para orang tua, satu nama mendadak membuat seluruh aula HUTECH terdiam.

Tran Nhat Phi—lulusan Teknik Teknologi Informasi dengan predikat cum laude—berdiri dengan tubuh yang tidak sebugar kebanyakan mahasiswa, suara yang terbata, tapi tekad yang kokoh.

Beberapa detik kemudian, suasana berubah haru. Banyak dosen yang diam-diam menyeka air mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awal yang Penuh Luka dan Keraguan

Tidak banyak yang tahu, Phi memasuki dunia kampus dengan rasa hancur di dalam dirinya.

Penampilan yang berbeda. Suara yang tak lantang. Mobilitas yang tidak selalu bisa dipaksakan.

Dan yang paling berat: rasa minder yang terus menghantuinya setiap kali melangkah masuk kelas.

“Saya takut tidak cukup baik… tidak cukup cepat… bahkan sempat bertanya-tanya apakah saya salah jurusan,” kenangnya.

Namun justru dari ketakutan itulah, babak epik hidup Phi dimulai.

Berjuang Dua Kali Lipat: Saat Takdir Tak Mampu Menghentikannya

Alih-alih menyerah, Phi memilih bangkit. Ia menggandakan usaha, belajar lebih keras, fokus lebih lama, dan terus memaksa dirinya maju.

Baca Juga :  Kisah Bocah Subang yang Bikin NASA Melirik: Firoos, 14 Tahun, Sudah “Ngoprek” Keamanan Dunia!

“Keberanian itu bukan tanpa rasa takut. Keberanian adalah saat kamu memutuskan untuk menghadapi rasa takut itu,” ucap Phi lantang.

Dan hasilnya bukan main! Meski masih kuliah, ia sudah bekerja sebagai Software Engineer selama dua tahun—bidang yang menuntut otak encer dan kecepatan berpikir tinggi.

Deretan prestasinya juga seperti tidak ada habisnya:

  • Juara 1 dan 2 kompetisi pemrograman individu (2022)
  • Penghargaan Dorongan Kompetisi Pembinaan Bakat (2021)
  • Penghargaan Dorongan di IT Got Talent 2023 & 2024
  • Penghargaan Dorongan IT Challenge Digital Agency 2025

Setiap kemenangan adalah bukti bahwa Phi bukan hanya bertahan—ia melesat.

Sekali Jatuh, Berkali-kali Bangkit

Perjalanan itu tidak mudah. Ada hari-hari ketika lututnya lelah, suaranya habis, dan pikirannya runtuh. Ada malam-malam ketika ia hampir menyerah.

Namun dukungan guru dan teman-teman menjadi jangkar yang menguatkannya.

“Toleransi, kesabaran, dan dorongan mereka membuat saya perlahan berdiri lagi. Mereka percaya pada saya bahkan saat saya sendiri ragu,” kata Phi dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Mengenal Sosok Kholid, Nelayan dari Serang yang Viral Gegara Bongkar Kasus Pagar Laut

Kalimat itu saja sudah cukup membuat banyak orang tertunduk haru.

Wisuda yang Menggetarkan Hati

Pada 9 Januari, ketika namanya dipanggil ke panggung, tepuk tangan yang menggema bukan sekadar ucapan selamat. Itu adalah penghormatan.

Penghargaan atas keberanian seorang mahasiswa yang tidak membiarkan keterbatasan menenggelamkan mimpinya.

Phi kemudian menyampaikan pesan yang membuat suasana makin emosional: “Setiap orang punya titik awal berbeda. Tapi kalau kamu tidak menyerah, kamu pasti sampai.”

730 Mahasiswa Lulus — Tapi Satu Kisah yang Tak Akan Dilupakan

Di angkatan ini, ada 730 mahasiswa IT yang resmi lulus. Ada yang berprestasi, ada yang aktif berorganisasi, ada yang menonjol. Tapi kisah Tran Nhat Phi-lah yang mencuri hati.

Ia bukan hanya lulus. Ia menang.
Ia bukan hanya cum laude. Ia inspirasi hidup. Dan ketika ia turun dari panggung, satu hal menjadi jelas: Kadang bukan keadaan yang membatasi kita — hanya pikiran kita sendiri. (Red)

Dikutip dari media vietnamnet.vn

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama
Inilah Sosok Pangeran Tampan yang Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
Anies Baswedan “Naik Kelas” ke Riyadh, Jakarta Kini Jadi Contoh Kota Modern Dunia
Biografi Singkat Marsinah dan Perjalanan Panjang Museum Perjuangannya
Kisah Bocah Subang yang Bikin NASA Melirik: Firoos, 14 Tahun, Sudah “Ngoprek” Keamanan Dunia!
Suara Legendaris dari Layar Hitam Putih: Kisah Santai Yasir Den Has yang Bikin Kangen Zaman Dulu
Mantap Jiwa! Veda Ega Lolos Q2 di Moto3 Amerika Serikat
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Panjat Tebing Indonesia Naik Kelas! Putra Tri Ramadani Raih Emas Dunia Pertama

Senin, 8 Juni 2026 - 08:43 WIB

Inilah Sosok Pangeran Tampan yang Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:26 WIB

Anies Baswedan “Naik Kelas” ke Riyadh, Jakarta Kini Jadi Contoh Kota Modern Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:50 WIB

Biografi Singkat Marsinah dan Perjalanan Panjang Museum Perjuangannya

Berita Terbaru